Jadi Caleg, KPU Pertanyakan Status Yusril Sebagai Pengacara OSO

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Hasyim Asy’ari mempertanyakan status Yusril Ihza Mahendra yang masih menjadi kuasa hukum Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO.

Padahal Yusril adalah calon anggota legislatif (Caleg) DPR dari Partai Bulan Bintang (PBB) untuk Dapil Jakarta III, yang meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Utara dan Jakarta Barat.

“KPU ingin mengingatkan Bawaslu bahwa UU Pemilu menentukan bahwa caleg DPR harus bersedia tidak berpraktik sebagai pengacara ketika mendaftar sebagai caleg,” ujar Hasyim dalam sidang perkara OSO di Bawaslu, Jakarta, Jumat (28/12).

Hasyim menambahkan, pihaknya memiliki surat penyataan dari Yusril yang bersedia tidak berpraktik sebagai kuasa hukum. Sehingga dia mempertanyakan status Yusril yang sampai saat ini masih menjadi kuasa hukum OSO.

“Ada surat penyataannya, kesediaan (yang bersangkutan) untuk tidak berpraktik saat sudah menjadi bacaleg. Jadi, cale‎g pun sudah tidak boleh berpraktik,” katanya.

Hasyim menjelaskan, dengan adanya surat kesediaan tersebut, artinya sebenarnya Yusril tidak memenuhi syarat menjadi kuasa hukum OSO. Kini, KPU pun menunggu sikap dari Bawaslu terkait Yusril.

“Jadi, kami menunggu Bawaslu sebagai temuan, dan lalu sikap Bawaslu ini bagaimana,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pasal 240 Ayat (2) huruf g, Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, melarang seorang advokat berpraktik jika ingin menjadi caleg. Sebab, dikhawatirkan dapat menimbulkan konflik kepentingan.

Demikian juga dalam surat pernyataan bagi bakal calon anggota DPD/DPRD Provinsi/DPRD Kabupaten/Kota yang diserahkan saat pendaftaran. Di dalamnya menyebutkan poin serupa, yakni bersedia tidak berpraktik sebagai akuntan publik, advokat, notaris, pejabat pembuat akta tanah (PPAT) atau melakukan pekerjaan penyedia barang dan jasa yang berhubungan dengan keuangan negara. (gwn/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...