Punya 14 Program, SBY: Kompetisi Memang Keras Namun Semua Ada Batasnya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Mengawali tahun baru 2019, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membukanya dengan bercuit di akun twitter pribadi miliknya. Tanpa basa basi, SBY, melalui akun @SBYudhoyono langsung to the point bahwa 2019 akan menjadi tahun pemilu. Untuk itu, dalam kultwit pembukanya, ia mengajak untuk berkontribusi supaya pemilu berlangsung damai, jujur dan adil. Dia mengatakan kompetisi memang keras, apalagi dalam pemilihan Presiden. Namun, semua ada batasnya. Dia bilang jangan sampai melampaui batas karena hal itu tak baik untuk rakyat. “Kompetisi memang "keras", terlebih pemilihan presiden. Namun, semua ada batasnya. Janganlah melampaui batas. Tak baik utk rakyat. Harapan kita Pak Jokowi, Pak Prabowo & para elit politik (termasuk saya) bisa memberi contoh atas damai, jurdil & berkualitasnya pemilu kita,” cuit SBY, Selasa (1/1). SBY dengan kapasitasnya sebagai pemimpin Partai Demokrat (PD) meminta restu rakyat Indonesia untuk ikut berjuang dalam Pemilu 2019 ini. Dia pun menyampaikan 14 program prioritas yang disebutnya sebagai aspirasi dan harapan rakyat di ratusan kabupaten dan kota selama dua tahun terakhir ini. Sebagian besar prioritas SBY berkutat pada masalah ekonomi. Diantaranya adalah pertama lapangan kerja, khususnya untuk milenial dan perempuan. Ia juga meminta tenaga kerja asing dibatasi. Kedua, meningkatkan layanan BPJS dengan mengutamakan golongan tidak mampu. Ketiga, perihal pemberian subsidi. SBY ingin subsidi listrik disediakan bagi golongan kurang mampu serta mencukupi pasokan bbm jenis premium juga subsidi pupuk bagi petani. Selanjutnya adalah menghentikan impor pangan ketika musim panen tiba. Dia juga ingin program-program pro rakyat ala SBY seperti BOS, Bidik Misi, BPJS, Bantuan Lansia, Disabilitas & Bencana, PKH, Raskin, BLT/BLSM, KUR, PNPM & lain-lain, untuk kurangi kemiskinan dan kesenjangan sosial bisa dilanjutkan dan ditingkatkan. Guna mendorong daya beli, SBY juga meminta supaya gaji pegawai, termasuk Guru, TNI & Polri dan Pensiunan dinaikkan. Serta mengangkat secara bertahap guru dan pegawai honorer juga perangkat desa. Ia juga ingin pajak bisa dilonggarkan, termasuk Dunia Usaha agar bisa tumbuh baik dan bisa tingkatkan upah buruh. “Tingkatkan gaji pegawai termasuk Guru, TNI & Polri dan Pensiunan, agar memiliki daya beli yang baik,” terangnya. SBY juga ingin pembangunan infrastruktur dilanjutkan termasuk Infrastruktur pedesaan, dengan catatan sesuai kemampuan keuangan negara. Dia ingin pemerintah mengontrol dan mengatasi utang pemerintah dan BUMN agar tak membebani anak cucu. Dari sisi hukum, ia juga menyinggung soal perlindungan hukum kepada rakyat secara adil serta jaminan kebebasan berbicara termasuk Kemerdekaan Pers. Ditambah menjaga kebhinekaan dan kerukunan antar Identitas (SARA) dan cegah perpecahan bangsa. (uji/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono

Comment

Loading...