BNPB Mengeluhkan Anggaran Bencana Minim, Ini Respons Sri Mulyani

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluhkan anggaran instansinya hanya sebesar Rp 690 miliar. Angka itu dianggap tidak cukup khususnya untuk melakukan penanganan dan mitigasi bencana.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan jika anggaran yang diberikan pihaknya merupakan alokasi untuk biaya operasional. Sedangkan untuk bencana, ada anggaran berbeda yang telah disiapkan.

Pasalnya, anggaran untuk bencana alam hanya akan dikeluarkan saat terjadi bencana alam.

“Anggaran bencana di dalam mekanisme anggaran itu mungkin tidak hanya dilihat di anggaran BNBP di dalam DIPA. Karena kalau terjadi bencana seperti di Lombok, kemudian di Palu, kemudian Banten itu kita akan merespons BNPB apa yang disebut dana on call,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Rabu (2/1) malam.

“Jadi kalau sekarang disebut dana di BNPB kecil anggarannya itu tidak merefleksikan seluruh anggaran yang disediakan untuk menghadapi bencana. Untuk tahun ini saja, Rp 7 triliun. Kalau lihat anggarannya di BNPB kata Pak Topo cuma Rp 610 miliar. Itu mostly adalah untuk BNPB sendiri. Penanganan bencana itu melalui sebuah mekanisme on call,” tambahnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1 triliun di 2019 untuk penanganan bencana alam. Di samping itu, sejumlah barang milik negara juga telah diasuransikan untuk mengantisipasi pembengkakan biaya.

“Melihat dari ilmu pengetahuan, sains teknologi, apakah ada melakukan kalibrasi dari bencana seperti yang disebutkan di berbagai negara seperti di Latin Amerika itu ada mekanisme yang kemudian bisa diterjemahkan dalam mekanisme asuransi bencana yang bisa disebut fulling fund. Kita juga sudah mengasuransikan semua barang milik negara, gedung-gedung, yang lain lain. Sehingga itu suatu bentuk penanganan bencana. Tahun 2019 ini kita mulai dengan Rp 1 triliun dulu,” tandasnya.

(hap/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar