Tak Manfaatkan Munas, NU Akan Menangkan Tokohnya Tanpa Dikampanyekan

Kamis, 3 Januari 2019 - 20:36 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) kedua. Kegiatan dihelat mulai 27 Februari hingga 1 Maret 2019.

Acara dipusatkan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo Kujangsari, Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Diperkirakan, lebih dari 50.000 orang akan berkumpul dalam acara yang akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) itu. Namun secara resmi, telah disebar 3.000 undangan bagi anggota NU di seluruh Indonesia.

Melihat banyaknya anggota yang akan datang, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menegaskan acara tersebut tidak akan dimanfaatkan untuk menggiring suara untuk Pilpres nanti. Menurut dia, pihaknya akan terpanggil untuk memilih tokohnya tanpa harus diarahkan.

“NU bukan parpol. Tapi warga NU ada rasa terpanggil untuk memenangkan tokohnya. Tanpa diarahkan, tanpa dikampanyekan. Terpanggil, bukan dipanggil. Jadi terpanggil sendiri untuk mensukseskan tokohnya,” ujar Said Aqil di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (3/1).

Dia pun mengatakan, PBNU tidak akan mempengaruhi anggotanya meski berdasarkan hasil survei, elektabilitas pasangan calon (paslon) nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin masih stagnan. “Ya biarin saja. NU-nya tidak bisa,” tandasnya.

Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menambahkan, perhelatan tersebut juga akan membahas berbagai isu strategis. Salah satunya, terkait RUU Pesantren yang belum terwujud hingga saat ini.

“Adapun acara ini juga akan diikuti para ulama pesantren, karena pembahasan Munas juga akan dibahas berbagai masalah-masalah, yaitu yang bersifat perundang-undangan, kekinian, kemudian juga tematik. Dikompilasi,” terang Helmy pada kesempatan yang sama. (yes/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.