20 Seniman Muda Banyuwangi akan Unjuk Kebolehan di Arab Saudi

Jumat, 4 Januari 2019 - 05:40 WIB

BANYUWANGI – Banyuwangi kembali akan memperlihatkan seni budayanya di pentas internasional. Kali ini 20 seniman muda Banyuwangi bakal tampil di Festival Janadriyah di Riyadh, Arab Saudi. Para seniman Banyuwangi itu hadir atas undangan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Kerajaan Arab Saudi.

“Kepercayaan ini mahal. Kesempatan tidak datang dua kali. Maka, kemarin saat melepas anak-anak muda Banyuwangi itu, saya bepesan agar kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk mempromosikan Banyuwangi,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas Anas, Selasa (1/1).

Rombongan terdiri dari 10 penari yang masih duduk di sekolah dasar (SD) serta para penabuh musik. Mereka patut berbangga. Pasalnya Festival Janadriyah adalah festival seni budaya tahunan terbesar di Kawasan Timur Tengah. Festival ini mampu menyedot sekitar 12 juta pengunjung setiap tahunnya. Para pengunjung pun berasal dari dalam dan luar Arab Saudi. Pada tahun ini, Festival Janadriyah dibuka langsung oleh Pemimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat, terutama Kemenlu dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar), yang terus memfasilitasi promosi Banyuwangi ke mancanegara,” ujar Anas.

Anas mengaku sangat antusias Banyuwangi bisa tampil di festival ini. Karena Banyuwangi mendukung pengembangan pariwisata halal yang salah satunya menyasar wisatawan asal Timur Tengah. Menurut Anas, wisata Banyuwangi sangat potensial bagi pasar turis Timur Tengah.

Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata, pada 2017 sebanyak 222.297 wisman Timur Tengah masuk ke Indonesia.

“Belanja turis Eropa kalah dari turis Timur Tengah. Berdasarkan riset Kemenpar, turis dari kawasan teluk ini rata-rata mengeluarkan uang mencapai US$1.918 (sekitar Rp 28 juta) per wisatawan per kunjungan,” ujar Anas.

Anas berharap, kontingen asal Banyuwangi dapat menyuguhkan penampilan terbaik di Arab Saudi. “Ini tidak cuma berdampak pada pariwisata, tetapi juga membawa dampak psikologis. Ini bukti kebudayaan diapresiasi di Arab Saudi,” imbuhnya.

Salah satu anggota rombongan, Erlinda Fibriani, mengaku sangat bangga terpilih mewakili Banyuwangi. Menurutnya ini akan menjadi pengalaman yang mengesankan untuk memperkenalkan kesenian hadrah dan kuntulan ke dunia internasional.

“Sangat bangga. Senang sekali. Sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pengalaman ini tidak akan saya lupakan seumur hidup, dan menjadi penyemangat untuk terus belajar dan berkesenian,” kata pelajar kelas 6 SDN 1 Bukuk, Kecamatan Rogojampi tersebut.

Diboyongnya Banyuwangi untuk dipromosikan di Arab Saudi ikut diacungi jempol oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya ini adalah contoh konkrit spirit Indonesia Incorporated.

Karena promosi yang baik hanya bisa dilakukan jika semuanya bersinergi sehingga terajut harmonisasi. Terlebih saat ini telah ada penerbangan langsung yang menghubungkan Jeddah dengan Surabaya oleh Saudi Arabian Airlines.

“Harmoni dan sinergi adalah survival kita. Harmoni dan sinergi adalah kunci sukses kita. Kata kuncinya Indonesia Incorporated. Semua stakeholder harus solid, kompak, bersatu, dan bersemangat untuk maju. Ini yang membuat pariwisata Indonesia semakin mendunia dan ini ditopang aspek digital. Digital penting agar semakin personal, profesional, dan global. Terimakasih KBRI untuk Kerajaan Arab Saudi,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *