Badan Otorita Borobudur Siapkan Glamcamp di Bukit Manoreh Februari

Jumat, 4 Januari 2019 - 04:43 WIB

YOGYAKARTA – Badan Otorita Borobudur (BOB) siap mengimplementasikan nomadic tourism tahun 2019. Destinasi yang dipilih adalah Perbukitan Menoreh, Yogyakarta. Nomadic yang akan diterapkan adalah Glamor Camping (glamcamp). Rencananya, glamcamp Menoreh siap dibuka Februari mendatang.

“Ada satu investor yang sudah siap membangun, rencananya pada Januari ini mulai membuat glamcamp pertama,” ujar Direktur Utama Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, Rabu (2/1).

Indah mengungkapkan, rencananya, di atas kawasan seluas 259 hektare secara bertahap akan dikembangkan kawasan kemping mewah. Saat ini nota kerja sama tengah dibuat. Tujuannya agar pengembangan kawasan glamcamp alias glamping pertama itu dapat segera dilakukan investor.

“Akan ada tenda-tenda cantik, serta kami lengkapi meeting room dan dining room untuk memfasilitasi wisatawan yang datang ke destinasi baru ini,” ungkap Indah.

Pada tahap awal pengembangan, glamcamp pertama akan dibangun di atas lahan seluas dua hingga tiga hektare. Pengembangan kawasan glamcamp pertama ini, tidak akan memakan waktu yang lama. Dia menargetkan destinasi pertama tersebut nantinya siap diluncurkan pada Februari 2019.

“Kalau melihat progress yang ada, kami optimistis glamcamp bisa diluncurkan pada bulan Februari,” kata Indah.

Indah menuturkan, destinasi baru tersebut sengaja disiapkan guna menyambut beroperasinya bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA) yang rencananya selesai dan beroperasi tahun 2019.

“Lokasi di Menoreh ini sangat strategis karena berada di perbatasan tiga kabupaten dan jarak tempuh dari bandara baru hanya sekitar 1-1,5 jam perjalanan darat,” ujarnya.

Adapun tanah seluas 309 hektare yang akan digunakan sebagai destinasi tersebut saat ini masih dikuasai Perhutani. Namun ke depan, lahan seluas 50 hektare dari tanah tersebut akan beralih haknya menjadi Hak Pengelolaan Lahan yang dikuasai BOB. Sedangkan sisanya seluas 259 hektare dikerjasamakan antara kedua belah pihak.

Seperti diketahui, glamcamp menawarkan kemudahan untuk wisatawan yang ingin merasakan berkemah tetapi tak perlu ribet. Wisatawan hanya cukup membayar biaya camping yang sudah termasuk peralatan kemah dan segala kebutuhan seperti konsumsi, listrik, hingga kamar mandi.

Glamcamp menawarkan kemewahan tetapi tak menghilangkan sensasi berkemah. Wisatawan bisa tetap menikmati suasana hutan pinus, suara kicauan burung, dan kesejukan khas pegunungan.

Konsep glamcamp sendiri merupakan bagian dari Nomadic Tourism yang dikampanyekan oleh Kementerian Pariwisata. Konsep yang disebut Menteri Pariwisata Arief Yahya sebagai solusi pengembangan pariwisata yang bersifat temporer untuk mengatasi keterbatasan akomodasi.

“Konsep Nomadic Tourism seperti glamcamp cocok untuk diterapkan untuk menjangkau destinasi alam di kepulauan dan kaki gunung yang sulit dijangkau dan minim penginapan. Dengan begitu, wisatawan bisa dapat tetap menikmati suasana alam tetapi tetap tinggal dengan nyaman seperti di rumah,” ujar Menpar Arief Yahya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *