Dikecam, Duterte Ngaku Pernah Lecehkan Pembantunya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID – Sejumlah kritik keras ditujukan pada Presiden Filipina Rodrigo Duterte usai ia mengaku pernah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang pembantu di rumahnya ketika dia masih remaja.

Dilansir dari BBC pada Senin (31/12), dalam sebuah pidatonya, dia ingat kalau ia pernah mengaku pada seorang pastor bagaimana dia merogoh pakaian dalam pembantunya saat dia tidur.

Akibat pengakuannya Kelompok Hak Asasi Perempuan Filipina langsung merespons dan marah besar. Mereka mengatakan, Duterte tidak layak jadi presiden dan harus mengundurkan diri.

Bahkan Duterte bercerita kalau ia memasuki kamar pembantunya saat dia sedang tidur. “Aku mengangkat selimutnya, lalu aku mencoba menyentuh apa yang ada di dalam celana dalamnya,” katanya.

“Aku menyentuh. Dia bangun jadi aku meninggalkan kamarnya,” ujarnya. Namun kemudian kembali ke kamar perempuan itu dan mencoba melakukan pelecehan seksual lagi terhadap pembantunya lagi.

Kelompok-kelompok HAM di Filipina mengecam keras cerita itu. Gabriela, sebuah partai politik yang mewakili kelompok-kelompok hak asasi perempuan mengatakan, Duterte sama dengan mengakui pemerkosaan.

“Pemerkosaan tidak hanya terjadi melalui masuknya kemaluan pria. Jika itu memakai jari maupun benda, itu sama saja pemerkosaan,” kata Sekretaris Jenderal Gabriela, Joms Salvador.

The Coalition Against Trafficking in Women-Asia Pacific memperingatkan, komentar Duterte sangat membahayakan para pekerja rumah tangga. “Praktek-praktek pelecehan yang dipamerkan malah mendorong budaya pemerkosaan dan dalam kasus ini, pelecehan seksual terhadap pekerja rumah tangga,” kata Direktur Eksekutif Jean Enriquez.

Awal tahun 2018, Duterte pernah menyulut kecaman karena mencium bibir seorang pekerja Filipina di luar negeri selama acara sedang berlangsung. (ina/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...