Dukung Pariwisata, Kereta Api Pangandaran Diluncurkan

Jumat, 4 Januari 2019 - 03:47 WIB

Banjar – Aksesibilitas pariwisata Pangandaran semakin terbuka. Sebab, PT KAI meluncurkan rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar – Bandung – Gambir (PP). Peluncuran tersebut dilakukan Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro di Stasiun Banjar, Rabu (2/1/2019).

Menurut Wagub Uu, Kabupaten Pangandaran berpotensi besar menjadi pariwisata unggulan Jawa Barat. Penambahan dan mempermudah aksesibilitas diharapkan bisa membuat geliat ekonomi bisa bergairah.

“Saya meminta (rute kereta api) ini supaya gencar dilakukan promosi. Supaya banyak calon penumpang yang memanfaatkan layanan ini,” katanya.

Dengan kapasitas 520 kursi, KA ini punya dua layanan, yaitu kelas eksekutif sebanyak empat gerbong, dan kelas ekonomi premium juga sebanyak empat gerbong.

Pemesanan Kereta Api Pangandaran bisa langsung dipesan lewat aplikasi KAI Access, laman kai.id, Contact Center 121, loket stasiun dan seluruh mitra penjualan tiket resmi KAI.

Saat ini, PT KAI tengah menggelar promo tiket perjalanan Kereta Api Pangandaran relasi Gambir – Banjar (PP) mulai Rp110 ribu untuk kelas ekonomi Premium, dan Rp160 ribu untuk kelas eksekutif.

Sementara untuk relasi Bandung- Banjar (PP) dikenakan biaya Rp1 dengan syarat dan ketentuan Pembelian Tiket Rp1 melalui Loket tidak dikenakan biaya alias gratis, Pembelian Tiket Rp1 melalui KAI Access dan Website KAI tidak dikenakan bea pesan, Pembelian Tiket Rp1 melalui channel eksternal dikenakan bea pesan sesuai kebijakan masing-masing channel, dan Pembelian Tiket Rp1 tidak dapat dilakukan di Ticket Vending Machine.

Dengan layanan “single ticketing,” penumpang cukup memesan satu tiket untuk menikmati layanan KA Pangandaran serta Angkutan Lanjutannya. Angkutan Lanjutan sendiri dikelola oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Pariwisata.

Adapun jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir yakni pukul 07.50 WIB. Sementara keberangkatan kereta dari Stasiun Banjar pukul 13.55 WIB. Dengan kemudahan akses ini, masyarakat bisa menjangkau ke Pantai Pangandaran, Pantai Batu Karas, Green Canyon, dan lokasi wisata lainnya dengan lebih nyaman, mudah dan murah.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro menuturkan, dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan salah satu dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Terutama meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran. Sehingga, dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, budaya, dan perekonomian di Jawa Barat.

Setelah masa promo usai, Edi menyebut tarif akan menyesuaikan tarif batas atas dan bawah yang ditentukan pemerintah. Hal itu dilakukan supaya tidak menyalahi peraturan.

“Angkutan masal ini sifatnya membantu bukan bersaing dengan angkutan darat lainnya. Karena perjalanan meningkat, sekarang relatif macet. Jadi kita bantu, bukan bersaing,” sebutnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani, sangat mengapresiasi hadirnya akses kereta ke Pangandaran.

“Ini bukti nyata dukungan untuk pariwisata Indonesia. Dukungan ini sangat dibutuhkan. Sebab untuk menjadikan pariwisata sebagai core economy bangsa, dibutuhkan semangat Indonesia Incorporated. Dan semangat ini yang diperlihatkan saat jalur kereta ke Pangandaran aktif,” paparnya, didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar Adella Raung.

Sedangkan Kabid Pemasaran Area I Kemenpar Wawan Gunawan, menilai akses pariwisata ke Jawa Barat semakin terbuka dengan hadirnya kereta ke Pangandaran.

“Akses menuju Jawa Barat semakin luas. Wisatawan yang ingin berkunjung kini mempunyai banyak pilihan. Tentu saja hal ini menjadi kabar baik bagi perkembangan pariwisata Jawa Barat,” tutur Wawan.

Menteri Pariwisata langsung memberikan apresiasi atas kerjasama seluruh stakeholder untuk mendukung sektor pariwisata. Menurutnya aksesibilitas merupakan salah satu faktor utama berkembangnya kepariwisataan.

“Saya selalu mengatakan, perkembangan kepariwisataan itu rumusnya 3A. Aksesibilitas, Amenitas serta Atraksi. Kalau atraksi, pangandaran sudah tidak diragukan. Dengan penambahan aksesibilatas ini saya yakin pariwisata Pangandaran akan cepat berkembang. Terimakasih PT KAI. Terimakasih Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang berkomitmen kuat menjadikan pariwisata ujung tombak perekonomian Jawa Barat,” ujar Menpar Arief.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.