Angkutan Udara Selama Nataru Banyak Penurunan, Ini Penyebabnya

Sabtu, 5 Januari 2019 - 21:39 WIB

FAJAR.CO.ID – Periode pertama angkutan natal dan tahun baru sektor perhubungan udara telah selesai. Dalam laporannya, sektor tersebut mengalami mayoritas mengalami penurunan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti mengatakan, dari pemantauan di 36 bandara, semua sektor mengalami penurunan. Hanya saja, Bandara Internasional International Gusti Ngurah Rai tetap konsisten mengalami pertumbuhan.

Untuk jumlah pergerakan pesawat luar negeri Nataru di Bandara Ngurah Rai pun naik sebesar 23,66 persen atau sebanyak 1.521 dibandingkan dengan periode Nataru tahun yang lalu sebanya 1.230 pergerakan.

Penumpang berangkat sejak 20 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019 sebesar 244.635 ribu orang atau naik 2,57 persen dibanding tahun 2017 di periode yang sama sebesar 238.498 ribu orang.

Untuk pergerakan pesawat di bandara Denpasar, mengalami kenaikan jumlah jumlah pesawat berangkat. Sejak 20 Desember 2018 hingga 3 Januari 2019, terdapat 1.928 keberangkatan pesawat atau naik 1,63 persen dibanding tahun 2017 pada periode yang sama yaitu sebanyak 1.897 pesawat.

Menurut Polana, ada beberapa kemungkinan terjadinya penurunan di sejumlah bandara. Pertama, periode nataru biasanya aktifitas masyarakat lebih cenderung untuk berlibur. Pola itu berbeda ketika masa angkutan lebaran.

“Kami berasumsi karena liburan panjang liburannya menyebar. selain itu kenapa luar negeri meningkat karena banyak tiket murah,” ujarnya kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Sabtu (5/1).

Sementara itu untuk bandara di Pulau Jawa, penurunan terjadi lantaran adanya tol Trans Jawa yang belum lama diresmikan Presiden Jokowi. Hal itu membuat antusias masyarakat meningkat dan mengurangi jumlah penumpang pesawat.

“Kalau di Jawa itu terdampak pada Trans Jawa. Mumpung libur kita coba. Mudah-mudahan setelah kerja lagi, pegawai-pegawai pemerintah bisa memilih udara karena akses lebih cepat,” tandasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *