Empat Pelaku Pencurian Baterai Tower Diamankan Polisi, Satu Tewas

Selasa, 8 Januari 2019 - 17:25 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Personil gabungan Timsus Polda Sulsel bersama personil jatanras Polres Maros berhasil mengamankan empat pelaku dugaan tindak pidana pencurian spesialis Baterai Tower milik Telkomsel, Selasa (8/1/19).

Keempat pelaku yakni Zulkifli (21), Rahmat Anwar Guntur (25) alias Nua, Rezki Saripuddin (21) serta Rudi bin Kamaruddin (40), diamankan berdasarkan laporan adanya pencurian Baterai Tower di tiga wilayah di Sulawesi Selatan, yakni Polres Takalar, Polres Bulukumba dan Polres Maros.

Saat dilakukan pengembangan, polisi akhirnya menemukan lokasi para pelaku yakni Zulkifli dan Nua yang berhasil diamankan. Sebelum akhirnya diinterogasi untuk mendapat lokasi dari tersangka lainnya.

Setelah mendapat informasi keberadaan pelaku lainnya yakni, Rudi. personil gabungan tersebut segera menuju ke tempat persembunyian Rudi yang berada di Kabupaten Maros.

Namun bukannya tanpa perlawanan, saat hendak diamankan Rudi bergegas naik ke mobil dan langsung melarikan diri menggunakan mobil Toyota Avanza warna Silver menuju arah Kota Makassar.

“Kejar-kejaran pun terjadi. Hingga petugas akhirnya melakukan tembakan peringatan ke udara untuk menghentikan laju kendaraan tersangka tersebut, namun tak dihiraukan. Petugas pun akhirnya menembak kaca mobil dan ban mobil hingga mobil tersebut berhenti dan masuk ke dalam selokan,” ucap Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani.

Saat dievakuasi, tersangka Rudi dan kawannya Pudding mengalami luka tembak ketika kejar-kejaran terjadi. Keduanya pun langsung dilarikan menuju RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis. Namun, sayang Rudi pun meninggal setelah mendapat luka yang cukup serius saat berusaha melarikan diri.

“Pelaku Rudi meninggal, setelah aksi kejar-kejaran berakhir. Dimana nyawa Rudi tidak dapat tertolong setelah luka tembak masuk punggung kiri sebanyak 1 kali, luka tembak dada bagian kiri sebanyak 2 kali, serta luka tembak betis kanan sebanyak 1 kali, dan meninggal dunia saat dibawa menuju ke rumah sakit,” ungkapnya.

Setidaknya dalam kasus pencurian Baterai Tower, Rudi bin Kamaruddin, sudah lima kali diproses dalam perkara yang sama yakni, tahun 2013 di tangkap oleh polsek tamalate dan menjalani hukuman selama 2 tahun, tahun 2015 menjalani hukuman selama 1 tahun, tahun 2016 menjalani hukuman 2 tahun, tahun 2017 menjalani hukumain 1 tahun 6 bulan, dan tahun 2018 menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan dan baru keluar pada bulan desember 2018. (ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *