Menanti Bantuan Mobil Damkar dan Ambulans dari Jepang

Selasa, 8 Januari 2019 - 09:50 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Provinsi Sulsel kini tengah menanti bantuan kendaraan operasional dari Negeri Sakura, Jepang.  Bantuan sebanyak 25 unit tersebut, masing-masing 17 unit damkar dan sisanya delapan unit ambulans.

Jumlah itu akan terus bertambah pada Maret mendatang. Saat ini, sementara dalam proses pengiriman ke Makassar. Menurut rencana, damkar dan ambulans tersebut akan dibagikan ke kabupaten/kota yang membutuhkan.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah mengatakan, damkar dan ambulans itu menunjang pelayanan publik khususnya terkait kesehatan dan layanan kegawatdaruratan.

Nurdin menambahkan, sejak menjabat Bupati Bantaeng dua periode, dia telah mendatangkan lebih 200 unit ambulans dan damkar yang dinikmati sejumlah kabupaten/kota.

“Damkar dan ambulans itu ada 25 yang kita tunggu, masih ada tambahan lagi Maret. Itu sudah sejak saya di Bantaeng bagi-bagi ke kabupaten/kota,” terang Nurdin.

Kendati berstatus ‘barang bekas’ namun
Nurdin menggaransi kendaraan bekas itu lebih baik dibanding kendaraan ambulans darat yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel saat ini.
Katanya, lima unit ambulans yang dihadirkan Dinkes Sulsel dibuat dari modifikasi pickup dan desain suspensi kurang memberi kenyamanan bagi pasien.

“Tidak sama, assembling itu, yang pickup dimodifikasi menjadi ambulans sehingga kalau perjalanan jauh mau patah-patah semua badan. kalau ini (ambulans Jepang) lahir ambulans, orang bisa operasi dalam mobil karena suspensinnya bagus,” kata Nurdin.

Namun, kedatangan ambulans dan damkar itu masih memerlukan waktu. Sebab Pemprov Sulsel tengah mengurus perizinan untuk mendatangkan kendaraan bekas itu dari Jepang.

“Lagi menunggu urus izin masuk dan segala macamnya. Kalau itu sudah selesai berangkat kan 12 hari saja,” jelasnya.

Terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan, untuk merealisasikan janji politik gubernur dan wakil gubernur, pihaknya telah menganggarkan sebanyak 5 unit ambulans darat senilai Rp800 juta per unitnya. Kendaraan yang dialokasikan pada APBD perubahan 2018 itu telah rampung dan parkir di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka.

Namun untuk pengoperasiannya masih menunggu kedatangan ambulans lain dari Jepang. Sebab nantinya bakal dibagikan ke daerah yang membutuhkan, khususnya wilayah terpencil dan perbatasan.

“Akan dibagikan ke daerah yang membutuhkan dan memang meminta langsung ke gubernur. Diharapkan kendaraan itu dapat melayani hak pelayanan kesehatan secara merata ke masyarakat,” kata Bachtiar dihubungi kemarin.

Selain akan dioperasikan di daerah, sejumlah ambulans dan damkar juga disiapkan untuk standby di crisis center yang bakal dibangun Pemprov Sulsel. Fasilitas pusat tanggap bencana itu saat ini masih proses pembangunan fisik dengan anggaran Rp5 miliar dari ABPD pokok 2019.

“Hari Selasa kita rapat. Mulai lelang diusahakan akhir Januari, karena nilainya kan Rp5 miliar. Kita berharap 3-4 bulan kedepan sudah mulai pelaksanaan fisik crisis center,” pungkasnya.(rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.