Survei Indikator Sebut Selisih Elektabilitas Jokowi dan Prabowo 20 Persen, Internal BPN Klaim 11 Persen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia mendapati gap elektabilitas Joko Widodo dengan Prabowo Subianto masih terpaut 20 persen. Angka yang cukup lebar, sedangkan hari pencoblosan hanya menyisakan sekitar tiga bulan lagi.

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Mardani Ali Sera mengatakan temuan Indikator tidak sesuai dengan survei internalnya. Menurutnya dari data yang dihimpun BPN gap elektabilitas hanya menyisakan 11 persen.

"Di survei internal BPN angkanya tinggal 11 persen. Kalau PKS punya survei sendiri tapi belum diumumin," ujar Mardani di kantor Indikator Jalan Cikini V Jakarta Pusat, Selasa (8/1).

Lebih lanjut, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyebut elektabilitas Prabowo-Sandi mengalami kenaikan tren. Sehingga dia percaya di sisa 3 bulan ini bisa menyalip Jokowi.

"Trennya getting closer, dari 14 persen ke 11 persen. Harapan kami survei terbaru nanti lebih kecil," pungkas Mardani.

Sebelumnya, Idikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbarunya terkait elektabilitas pasangan Capres-Cawapres. Hasilnya pun masih relatif sama, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih di atas pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno.

Survei kali ini diberi tema, 'Media Sosial, Hoaks, dan Sikap Partisan Dalam Pilpres 2019'. Dihadiri langsung oleh perwakilan dari dua kubu. Hasto Kristiyanto di kubu petahana, sedangkan Mardani Ali Sera di kubu oposisi.

Dalam survei kali ini, Jokowi-Ma'ruf mendapat elektabilitas 54,9 persen. Sedangkan Prabowo-Sandi 34,8 persen. 9,2 persen belum menentukan pilihan, serta 1,1 persen lainnya memilih golput.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...