Masalah Teknis, Batik Air Tujuan Jakarta Kembali Mendarat di Makassar

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan IS6289/A320/PKLAH tujuan Makassar-Jakarta, harus kembali melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Rabu (9/1/19).

Pesawat yang telah dijadwalkan terbang sekitar pukul 10.01 Wita, pagi ini harus melakukan pendaratan dikarenakan adanya kesalahan teknis pada bagian cargo door (pintu kargo).

Hal tersebut diungkap oleh Deputi General Manager Bidang Operasi AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Davitson Aritonang, yang mengatakan bahwa insiden tersebut bukan diakibatkan karena masalah pada mesin pesawat.

“Pilot yang memutuskan untuk kembali ke bandara keberangkatan, dikarenakan ada masalah teknis terkait dengan indikator cargo doornya. sehingga dia (pilot:red) memutuskan kembali dan mendarat tadi pada pukul 10.17 menit Wita,” ungkap Aritonang.

“Pesawatnya sendiri sudah menuju ke Jakarta, tetapi dengan mengganti pesawat dengan tipe yang sama dengan registrasi yang berbeda, Air Bus 320, Batik Air dan berangkat sekitar pukul 11.50 Wita,” lugasnya.

Selain itu, ia menerangkan bahwa seharusnya pesawat melakukan penerbangan dan berangkat pada pukul 10.01 Wita dan memutuskan untuk kembali dan mendarat kembali 10.15 Wita.

Untuk diketahui, Return to Base (RTB) dimana ini memang kondisi yang diminta oleh pilot kepada MTC untuk kembali ke bandara dengan alasan yang mungkin berdampak pada keselamatan penerbangan.

“Ini bukan mesin yang bermasalah, tapi cargo door (pintu kargo). Kita mesti memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa setiap kejadian yang terjadi dalam pengoperasian suatu pesawat terbang memang lumrah terjadi,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) AirNav Cabang Utama Makassar Air Traffic Services Center, Novy Pantaryanto mengatakan, keputusan return to base sudah menjadi hal yang biasa terjadi dan dapat menimpa semua jenis penerbangan. Itu dilakukan awak penerbangan untuk keamanan seluruh penumpang pesawat.

Hal yang terpenting kata dia, adalah agar penumpang tidak panik yang bisa membuat suasana tidak kondusif. (ade/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment