Caleg Bingung Raih Simpatisan di Lapas dan Rumah Sakit

Kamis, 10 Januari 2019 - 09:37 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Mencapai kursi legislatif tidak mudah bagi seorang calon legislatif (caleg). Tak hanya mencari simpati warga hingga pelosok daerah pemilihannya, tapi mereka pun dituntut meraih simpati warga binaan lembaga permasyarakatan (lapas) dan pasien rumah sakit.

Sejumlah Calon Legislatif (Caleg) pun mengaku kebingungan melakukan sosialisasi kepada warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan rumah sakit. Bagi caleg, kedua tempat itu memiliki potensial suara pemilih yang besar.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Makassar, Nursari menerangkan, tak ada larangan pada para caleg berkampanye di Lapas. “Tidak ada yang melarang. Warga lapas berhak tahu juga calegnya,” ujarnya, Rabu (9/1). Hanya saja, kampanye di Lapas cukup rumit. Karena para caleg ini perlu akses masuk di Lapas agar bisa bertemu dengan warga binaan.

Sementara mereka terkendala dengan status ASN di Lapas. Karena bagaimana pun, para caleg tidak bisa difasilitasi oleh penjaga lapas. “Kecuali kalau difasilitasi sama penjaga lapas, itu yang tidak boleh. Tapi kan susah juga kalau dia mau mengakses masuk,” ujarnya. Untuk itu, para caleg perlu berpikir lagi untuk bisa mengakses warga binaan di Lapas. Ada banyak tantangan yang dihadapi para caleg perlu kreatif jika berniat masuk di Lapas untuk kampanye. “Tergantung kreativitasnya mereka untuk mensosialisasikan diri ke warga Lapas,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Makassar, Farid Wajdi berharap warga binaan punya akses informasi mengenai figur kandidat. Untuk itu, KPU Makassar akan mengagendakan sosialisasi tahapan Pemilu, Pilpres dan Pileg di Lapas Makassar.

“Kami sejauh ini berkomunikasi dengan ke Kepala Lapas, kami berharap warga binaan juga punya akses dengan informasi. Kami juga mengagendakan sosialisasi mengenai tahapan dan banyak hal di sini dan kami berjarap ini memberikan edukasi pada warga binaan termasuk di dalamnya adalah pilihan-pilihan,” jelasnya.

Khusus calon legislatif, KPU Makassar akan sosialisasikan Daftar Calon Tetap (DCT) pada warga binaan Lapas Makassar agar mereka mengetahui figur kandidat yang ingin dicoblos pada 17 April 2019 mendatang. “Untuk kandidat. Standarnya adalah kami juga sosialisasikan itu melalui DCT, nanti akan dipasang di mana-mana. Kalau berkaitan dengan Pileg,” tutupnya. (ita/bkm/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *