Bawaslu: Anies Baswedan Tak Lakukan Pelanggaran Kampanye

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diputus tidak bersalah dalam kasus pose dua jari yang dilakukannya berapa waktu lalu di Sentul, Bogor. Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah mengatakan, bersadarkan rapat bersama dengan Polri Bogor dan Kejaksaan Negeri Bogor, diputuskan laporan terhadap Anies Baswedan tidak memenuhi unsur pidana pemilu.

“Terlapor itu tidak memenuhi unsur pidana, dan tidak dapat dilanjutkan dalam proses selanjutnya,” ujar Irvan saat dihubungi, Jumat (11/1) malam.

Pertimbangan Bawaslu, karena Anies selaku pejabat negara tidak melanggar perbuatan yang merugikan salah satu calon tertentu. Apalagi berdasarkan hasil klarifikasi dari keterangan pelapor maupun terlapor dan saksi-saksi tidak ada yang bisa membuktikan Anies melakukan pelanggaran.

“Sehingga unsur pelanggarannya tidak memenuhi,” katanya.

Lebih lanjut‎ Irvan mengatakan, Anies dalam menghadiri rapat akbar Partai Gerindra iti memang tidak sedang cuti dari jabatannya sebagai pejabat daerah. Namun dia telah meminta izin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menghadiri acara Partai Gerindra itu.

“Berdasarkan keterangan terlapor itu melakukan pemberitahuan, lazimnya disebut izin,” pungkasnya.

Sebelumnya, Anies menghadiri Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Jawa Barat, pada Senin 17 Desember 2018. Usai berpidato, dari atas mimbar Anies bergaya salam dua jari, mengacungkan jempol dan jari telunjuknya.

Tindakan Anies itu berujung laporan ke Bawaslu. Garda Nasional Untuk Rakyat (GNR) melalui juru bicaranya, Agung Wibowo, menilai Anies melakukan kampanye mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan menunjukkan tangan jempol telunjuk.‎ (JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment