Kasus Penipuan Online Lewat Website, BRI Akui Itu Kelalaian Nasabah

Jumat, 11 Januari 2019 - 18:00 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR¬†— Kasus penipuan di dunia maya semakin canggih. Seperti yang dilakukan dua warga Sulsel ini. Mereka menipu korbannya dengan membuat website palsu yang menyerupai website bank BRI untuk meraup uang nasabah.

Kepala Divisi Pelayanan BRI Pusat, Dedi Juhaeni mengatakan penipuan online tersebut dinamakan sosial engineering. Lantaran pin dan password diberikan oleh nasabah, bukan membobol sistem keamanan bank BRI.

“Jadi sosial engineering ini menggunakan web fishing, jadi dipancing gitu. Kami jamin sampai sekarang keamanan BRI,”ujarnya saat konferensi pers pengungkapan pelaku penipuan online di Mako Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar, Jumat (11/1/19).

Selain itu, kata Dedi, kasus skimming juga bukan soal pembobolan sistem keamanan BRI. Menurutnya, pelaku menggunakan alat dengan cara merekam kartu yang dipegang oleh nasabah.

“Untuk mengantisipasi ini kita sudah menggunakan alat sekarang. Jadi begitu ada alat rekam terpasang otomatis akan ada kegagalan transaksi. Jadi untuk konfigurasi transaksi kita sudah punya alat untuk mendeteksi, jadi ini bisa dicegah lebih dini,”lanjutnya.

Meskipun demikian, pihak BRI pun tetap memberikan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kerahasiaan dalam bertransaksi, utamanya pin dan password agar tidak sampai pada pihak ketiga.

Sementara Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa sosialisasi yang dilakukan oleh BRI harus menjadi tanggung jawab moral. Pengetahuan masyarakat tentang teknologi seperti transaksi online harus ditingkatkan. Sebab dengan hal itu pelaku lebih mudah menggeruk rekening para nasabah.

“Mereka ini (pelaku) pemain di dunia maya dan tidak ada jebolan dari universitas ternama. Akhirnya mereka belajar dan buat sendiri, iseng-iseng dan akhirnya mengahasilkan. Karena ketika website itu diusik pelaku juga meminta password dan masyarakat tidak sadar diarahkan ke sana, dan akhirnya dijebol semua itu rekeningnya. Jadi kita harus melakukan kroscek dulu,”jelas Dicky.

Untuk diketahui, Dua orang warga Sulawesi Selatan, Suparman alias Suppa Bin Keiteng (30) asal Wajo, dan Sudirmam alias Sudi Bin Amir (34) asal Sidrap, diamankan Ditkrimsus Polda Sulsel lantara kasus tindak pidana penipuan online.

Kedua pelaku ini bersama dengan empat rekan lainnya yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO) Cambang, Uching, Ersan, dan Helma , telah menipu sebanyak 115 nasabah di Indonesia.

Selama menjalankan aksinya dari Maret hingga Oktober 2018), pelaku sudah meraup keuntungan 1 miliar lebih dari data BRI pusat.(sul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.