Kejaksaan Eksekusi Tiga Terpidana Kasus Block Grant

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MOJOKERTO – Tiga terpidana kasus korupsi dana block grant, akhirnya dieksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Mojokerto, Jumat pagi (11/1). Mereka langsung dijebloskan ke Lapas Kelas II B Mojokerto untuk menjalani hukuman masing-masing 1 tahun 6 bulan.

Ketiga terpidana itu adalah mantan Kasi Bina dan Sarana Sekolah Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Pemkab Mojokerto, Kasiono; Staf Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang, Erwin Hartami Kurniawan, ST; dan mantan Kepala Bidang Dikmenum, Anggar Sutrisno.

Kajari Kabupaten Mojokerto Rudy Hartono, mengatakan, penahanan terhadap ketiganya setelah hakim Mahkamah Agung (MA) merampungkan proses persidangan, 5 Maret 2018. ’’Kasusnya sudah inkracht. Dan kita sebagai eksekutor, memiliki kewajiban untuk mengeksekusinya,’’ ujarnya dikonfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto (Grup Fajar).

Ditegaskan Rudy, ketiga terpidana akan menjalani hukuman penjara selama 1 tahun dan 6 bulan serta membayar denda masing-masing Rp 50 juta. Vonis yang dijatuhkan hakim Mahkamah Agung bernomor: 1761 K/Pid.Sus/2017 itu, lebih berat dibanding putusan pengadilan di tingkat Pengadilan Tipikor, Surabaya dan Pengadilan Tinggi, Surabaya.

Di tingkat pengadilan Tipikor, Surabaya, ketiga orang tersebut hanya dijatuhi hukuman penjara masing-masing satu tahun kurungan dan tanpa denda. Putusan ini jauh lebih rendah dibanding tuntutan JPU.

Saat itu, JPU menuntut hukuman penjara terhadap Kasiono dan Anggar Sutrisno masing-masing 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta. Sementara, Erwin dituntut hukuman penjara selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta.

Putusan yang dibacakan pada 3 Juni 2013 tersebut, membuat jaksa berang. Korps Adhyaksa ini pun langsung menyatakan banding atas putusan tersebut. Persoalan hukuman denda menjadi materi inti dalam nota banding.

Pun demikian dengan Kasiono, CS. Ketiganya juga menyatakan banding atas putusan tersebut. Di Pengadilan Tinggi Surabaya, kasus ini berujung 2 April 2014 lalu. Dan, hakim menjatuhkan hukuman penjara ketiganya menjadi 1,6 tahun.

Putusan ini pun tak membuat kedua pihak legawa. Keduanya kembali memburu keadilan melalui proses kasasi. Di MA, kasus ini ditangani Artidjo Alkostar. Dan menghukum ketiganya masing-masing dengan penjara 1 tahun 6 bulan dan Rp 50 juta subsider 3 bulan.

Serta, memerintahkan ketiga terdakwa segera ditahan. ’’Kita ingin bersih-bersih. Kasus-kasus yang belum selesai, akan kita selesaikan,’’ jelas Rudy.

Usai mengantongi salinan putusan MA itu, Kejari Kabupaten Mojokerto langsung mengeluarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Mojokerto Nomor : Print-34 /O.5.9/Fu.1/01/2019 pada 9 Januari lalu. Perintahnya segera memanggil dan melakukan penahanan terhadap ketiga terdakwa. (mj/ron/ris/JPR/JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...