21 Orang Tewas di Gua Tambang Batu Bara Tiongkok

Minggu, 13 Januari 2019 - 19:26 WIB

FAJAR.CO.ID – Sebuah gua di tambang batu bara di barat laut Tiongkok memakan korban 21 orang pada Sabtu (12/1). Insiden itu terjadi karena atap runtuh di tambang Lijiagou di Shenmu, Provinsi Shaanxi, sekitar 4:30 sore ketika 87 orang bekerja di bawah tanah.

Seperti dilansir SCMP, meskipun tim penyelamat berhasil mengangkat 66 penambang ke tempat aman, 19 ditemukan tewas, sementara dua lainnya, pada awalnya dianggap hilang. Lalu, petugas memastika mereka tewas pada Minggu (13/1).

Rekaman dari tempat kejadian menunjukkan sejumlah besar kendaraan penyelamat dan personil masih berada di lokasi, sementara penyelidikan tentang penyebab keruntuhan sedang berlangsung.

Menurut pemberitahuan pemerintah, tambang Lijiagou diberikan persetujuan pada tahun 2016 dan menghasilkan 900.000 ton batubara per tahun. Tetapi pada tahun 2017, setelah kampanye pemerintah, pemiliknya, Perusahaan Pertambangan Baiji diperintahkan untuk menunda operasi sementara untuk meningkatkan standar keselamatan untuk mencegah kecelakaan serius.

Beijing menghabiskan beberapa dekade berusaha memperbaiki kondisi kerja para penambang batu bara, tetapi industri ini tetap menjadi salah satu yang paling mematikan di negara itu.

Sebanyak 375 orang meninggal dalam kecelakaan penambangan batu bara pada tahun 2017, menurut angka dari Administrasi Keselamatan Tambang Batu Bara Nasional, meskipun angka itu mengalami penurunan hampir 29 persen dari tahun sebelumnya.

Pada bulan Desember, tujuh penambang tewas dan tiga lainnya luka-luka dalam kecelakaan penambangan di Chongqing, sementara gua di sebuah tambang di Provinsi Shandong timur pada Oktober menyebabkan 21 orang tewas.

Sebuah laporan terpisah oleh Shanghai Securities News, mengatakan bahwa beberapa perusahaan pertambangan lain di Tiongkok tengah, timur dan timur laut juga telah diperintahkan untuk menunda operasi sambil menunggu inspeksi keselamatan enam bulanan.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *