Kawasaki W175 Masih Pakai Karburator, Ini Alasannya

Senin, 14 Januari 2019 - 22:35 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Diluncurkan pada akhir 2017 lalu, Kawasaki W175 langsung mengisi segmen motor klasik di rentang harga Rp 30 jutaan. Dan pada hari ini (Senin 14/1) pihak Kawasaki Motor Indonesia meluncurkan varian baru dari W175 bernama W175 Cafe.

Dari segi tampilan, Kawasaki W175 Cafe mendapatkan ubahan cukup banyak. Mulai dari tambahan visor, jok yang direvisi menjadi lebih tebal, shockbreaker belakang berwarna kuning, dan knalpot yang mendapat sentuhan warna krom.

Sayangnya, dari segi mesin tidak ada ubahan apapun. Konfigurasinya masih 4 Stroke, SOHC, satu silinder, berpendingin udara. Dan powernya tetap di kisaran 13 ps pada 7.500 rpm dan torsi maksimum 13,2 Nm pada 6.000 rpm.

Sedangkan untuk sistem pengabutan bahan bakarnya masih menggunakan karburator. Pihak KMI pun mengungkapkan alasannya mengapa varian W175 terbaru masih menggunakan karburator ketimbang injeksi yang sudah lebih modern.

“Ada alasannya. Karena dari survei kami terhadap kustomer, masih pilih karburator karena mudah diotak-atik,” kata Head & Sales Promotion PT KMI Michael C Tanadhi, di Kemang, Jakarta Selatan, Senin (14/1).

Meski masih memakai teknologi karburator, Kawasaki menargetkan penjualan cukup besar untuk model W175 dan W175 Cafe.

“Kami optimistis karena tren retro lagi booming saat ini. Khusus untuk W175 kami targetkan 15.000 unit per tahun. Dan W175 standar 12.000 unit,” pungkas Michael. (det)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *