Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Anjloknya Harga Cabai


Pemerintah bergerak cepat dalam antisipasi anjloknya harga cabai pasca panen beberapa waktu lalu. Terbukti pada minggu malam (13/1) di Aula Balai Desa Jeruk Gulung Kecamatan Dempet Kabupaten Demak terjadi kesepakatan antara petani cabai, PT. Indofood wilayah Jawa Tengah dan Toko Tani Indonesia (TTI).MoU tersebut disaksikan langsung oleh Dirjen Hortikultura Kementrian pertanian (Kementan) Suwandi dan Bupati Demak HM. Natsir.Suwandi menyatakan MoU tersebut menunjukkan bentuk keseriusan Pemerintah dalam usaha mensejahterakan petani. “Masalah seperti ini harus cepat kita selesaikan, sehingga petani merasa dilindungi,” ungkapnya.Selain membentuk kemitraan dengan TTI dan PT Indofood, lanjut Suwandi, jika ingin harga stabil, para petani harus bisa melakukan pengolahan tanah secara maksimal, mengikuti managemen pola tanam, melakukan penerapan budidaya yang baik, pemupukan dengan pupuk organik yang murah dan effisien dan penggunaan pupuk organik cair berupa air kencing kambing dan lain lain.”Serta menjual cabai dalam bentuk lain dengan mengolahnya menjadi cabai kering, sambal dan sebagainnya,” ujarnya.Sementara Bupati Demak HM. Natsir berharap semoga permasalahan dapat dipecahkan dan diselesaikan dengan baik. “Dengan adanya MoU tersebut saya berharap semoga dapat memperlancar distribusi cabai dan stabilisasi harga di wilayah Kabupaten Demak,” ungkapnya.Dia juga menginstruksikan kepada seluruh ASN di Demak untuk membeli cabai langsung ke petani dengan harga 18 ribu per kilogram. “Untuk pejabat Eselon II wajib membeli sebanyak 10 Kilogram cabai, Eselon III sebanyak 5 Kilogram, Eselon IV a sebanyak 4 kilogram, Eselon IV b sebanyak 2 Kilogram dan Staf sebanyak 1 kilogram,” terangnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar