Masyarakat Diminta Tak Terjebak Menyebar Informasi Haox

Selasa, 15 Januari 2019 - 21:17 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Jelang Pilpres 2019, masyarakat Indonesia terus disuguhi dengan informasi hoax di laman-laman media sosial dan media online. Tak sedikit yang menjadi korban atas sebaran berita tak benar itu.

Untuk itu, masyarakat diminta bijak dalam menyebar informasi, dan pintar dalam menanggapi setiap informasi yang duterima.

“Terkadang, tersebar informasi yang tidak benar beredar di masyarakat, ini harus diantisipasi dengan baik, jangan sampai kita terjebak ikut-ikutan menyebarkan hoax. Apalagi mendekati Pemilu, terkadang banyak yang menyebarkan berita bohong dan dampaknya sangat berbahaya,” kata Aboe Bakar Alhabsyi dalam sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, Selasa (15/1) di Kabupaten Banjar.

Dijelaskan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pelaku penyebar hoax dapat dipidana selama enam tahun kurungan penjara berdasarkan Undang-Undang ITE.

“Anda yang menyebar kabar bohong, harap berhati-hati Ancannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE.” jelas politisi yang akrab disapa Habib itu.

Menurut Habib, persatuan antar sesama anak bangsa harus diutamakan, jangan sampai dirusak dengan berita bohong. “Pemilu harus diselenggarakan dengan aman dan mengutamakan persatuan. Semua pihak harus bisa menjaga diri dan mawas diri agar tidak menyebar berita bohong.” Terang anggota MPR RI dapil Kalsel 1 tersebut.

Habib Aboe Bakar juga berpesan agar semua pihak mengantisipasi adanya berita hoax.

“Kalau ada kabar yang diterima, mari kita lakukan cek dan ricek terlebih dahulu, jangan langsung disebar. Kita dapat melakukan konfirmasi kepada pihak terkait atau melihat pada sumber resmi yang tersedia.” Pesannya kepada seluruh peserta sosialisasi. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.