Masyarakat Diminta Tak Terjebak Menyebar Informasi Haox

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Jelang Pilpres 2019, masyarakat Indonesia terus disuguhi dengan informasi hoax di laman-laman media sosial dan media online. Tak sedikit yang menjadi korban atas sebaran berita tak benar itu.

Untuk itu, masyarakat diminta bijak dalam menyebar informasi, dan pintar dalam menanggapi setiap informasi yang duterima.

“Terkadang, tersebar informasi yang tidak benar beredar di masyarakat, ini harus diantisipasi dengan baik, jangan sampai kita terjebak ikut-ikutan menyebarkan hoax. Apalagi mendekati Pemilu, terkadang banyak yang menyebarkan berita bohong dan dampaknya sangat berbahaya," kata Aboe Bakar Alhabsyi dalam sosialisasi Empat Pilar MPR-RI, Selasa (15/1) di Kabupaten Banjar.

Dijelaskan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, pelaku penyebar hoax dapat dipidana selama enam tahun kurungan penjara berdasarkan Undang-Undang ITE.

“Anda yang menyebar kabar bohong, harap berhati-hati Ancannya tidak main-main, bisa kena pidana penjara enam tahun dan denda Rp 1 miliar. Pelaku penyebar hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE.” jelas politisi yang akrab disapa Habib itu.

Menurut Habib, persatuan antar sesama anak bangsa harus diutamakan, jangan sampai dirusak dengan berita bohong. “Pemilu harus diselenggarakan dengan aman dan mengutamakan persatuan. Semua pihak harus bisa menjaga diri dan mawas diri agar tidak menyebar berita bohong.” Terang anggota MPR RI dapil Kalsel 1 tersebut.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : RBA


Comment

Loading...