Kabur dari Panggilan Penyidik, Tersangka Korupsi MAN IC Diciduk di Bandara

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:07 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tersangka kasus korupsi berhasil diamanakan tim penyidik Tipikor Polda Sulsel, di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Senin (14/1/19) kemarin. Tersangka berusaha kabur dari pemanggilan tim penyidik dengan tujuan ke Jakarta.

“Kemarin, Senin (14/1/19) kami melakukan penangkapan terhadap satu orang atasnama Hendrik Wijaya sebagai direktur PT cahaya insani persada,”ujar Direskrimsus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, di ruang Ditreskrimum Polda Sulsel, Selasa (15/1/19).

Dikatakan Yudhiawan, dari informasi kejaksaan bahwa berkas perkara kasus korupsi pembangunan MAN IC di Gowa sudah dalam tahap P21. Sehingga dilakukan pemanggilan penahanan terhadap tiga tersangka yang salah satunya Hendrik Wijaya.

“Berdasarkan informasi dari informan bahwa yang bersangkutan sedang berencana untuk ke Jakarta dengan tujuan yang masih belum diketahui. Tetapi melihat kasusnya yang sudah P21, kami lakukan pemanggilan penahanan, dan akhirnya kami amankan tersangka di bandara yang berusaha kabur dari pemanggilan,”jelasnya.

Selain Hendrik Wijaya, dua tersangka lainnya juga dipanggil oleh Ditreskrimsus Polda Sulsel untuk dilakukan penahanan mengingat berkas perkara sudah P21. “Dua orang lainnya yang kami panggil itu datang dan itu langsung kami tahan,”pungkasnya.

Untuk diketahui, Ditreskrimum Polda Sulsel menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB) asrama putra dan putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) di Gowa. Diantaranya, Hendrik Wijaya, Andi M Anshar dan konsultan Alimudin Anshar.

Peran dari tiga tersangka tersebut yakni Hendrik Wijaya sebagai rekanan, Andi M Anshar sebagai PPK, dan Alimuddin Anshar sebagai konsultan. Ketiga tersangka meraup keuntungan dari APBN Tahun Anggaran (Ta) 2015 dengan kerugian negara RP 7.257.363.637. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.