Tawarkan Tiket Promo, Mahasiswa Asal Soppeng Diciduk Polisi di Jakarta

Rabu, 16 Januari 2019 - 09:10 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Seorang mahasiswa berinisial RR (18), diamankan lantaran terlibat kasus kejahatan carding atau penjualan tiket murah (promo). Mahasiswa asal Kabupaten Soppeng ini mengelabui korbannya dengan menggunakan akun Facebook dengan mengatasnamakan agen penjualan tiket Traveloka.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan bahwa lewat akun facebooknya, pelaku menawarkan harga tiket yang jauh lebih murah atau setengah harga dari situs Traveloka.

Setelah korban berinisial NA tertarik, pelaku pun menyuruh korban melakukan transfer sejumlah uang untuk pembelian 10 tiket tujuan Makassar – Batam.

“Pelaku lalu mengirim kode booking kepada korban. Namun, hanya enam kode booking tiket yang dapat digunakan untuk berangkat. Dan empat kode booking tiket lainnya ditolak pihak maskapai karena alasan belum dilakukan pembayaran,”ujar Dicky saat konferensi pers di ruangan Ditkrimsus Polda Sulsel, Selasa (15/1/19).

Lebih lanut, Dicky menjelaskan, untuk pembayaran tiket tersebut, pelaku menggunakan kartu kredit orang lain yang diperoleh secara ilegal, dan data tersebut diperoleh dari internet.

“Sebenarnya bentuk penipuannya biasa saja tapi menggunakan sistem online. Dan untuk membayar tiket tersebut dia (pelaku) retas kartu kredit orang asing. Jadi bukan uang korban yang dibelanjakan tiket, dan uang korban masuk ke rekeningnya pelaku,”terang Dicky.

Dikatakan Dicky, laporan terhadap pelaku itu di awal Desember 2018. Dan pelaku berhasil ditangkap di salah satu kos di Jakarta pada akhir Desember 2018. Pengakuan pelaku, bahwa dirinya baru melakukan aksi tersebut di tahun 2018.

Jika dilihat dari rekening koran pelaku, kerugian yang dialami korban sudah mencapai ratusan juta. Namun sampai saat ini hanya satu korban yang melakukan pelaporan terhadap kasus tersebut.

“Dia (pelaku) melihat juga fenomena tiket mahal dan dia bisa menawarkan. Tapi kita akan melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi apakah aksi tersebut dilakukan hanya sendiri atau ada rekannya. Karena kasus carding ini Indonesia berada pada posisi kedua,”imbuhnya.

Dari tangan pelaku, diamankan barang bukti berupa, sebuah laptop, satu unit handphone, dua lembar rekening koran, dua lembar fotocopy bukti transfer, lima lembar fotocopy slip transfer, dan 20 lembar fotocopy bukti pemesanan tiket.

Sementara atas tindakannya, pelaku diganjar Pasal 28 ayat 1 Jo Pasal 36 Jo Pasal 51 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

“Dengan demikian pelaku diancam pidana penjara paling lama 12 tahun penjara, dan denda 12 miliar rupiah,”jelas Dicky. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *