Harga Tiket Melonjak, Omset Bisnis Perhotelan Sulsel Menurun

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:30 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mahalnya harga tiket pesawat berdampak pada menurunnya minat masyarakat untuk bepergian menggunakan moda transportasi udara ini. Hal ini juga berdampak pada menurunnya omset bisnis perhotelan.

“Sangat-sangat berdampak, kalau dibilang koreksinya 15 sampai 25 persen. Ini menjadi koreksi yang kita khawatirkan untuk kelanjutan bisnis perhotelan,”ujar Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga saat di temui di Hotel Claro Makassar, Jumat (18/1/19).

Menurutnya, jika harga tiket tersebut tetap mengalami kenaikan dalam waktu yang lama maka akan berdampak juga pada pariwisata. Sebabnya, pemerintah harus secepatnya menjaga stabilitas harga tiket tersebut untuk menjaga agar pariwisata tidak terdegradasi.

“Dan ini kalau lama akan menjadi soal. justru kalau kita lihat di 15 tahun yang lalu ketika hadir penerbangan budget, misalnya saja lion air yang terbang dengan harga tiket 500, maka menggeliatlah industri pariwisata dan pasar nasional, dan bisnis bergerak,”lanjutnya.

Dikatakan Anggiat, mahalnya harga tiket membuat masyarakat memilih untuk ke luar negeri daripada dalam negeri sendiri, lantaran harga tiket ke luar negeri jauh lebih murah.

“Maka orang akan lebih memilih ke luar negerinya dengan pertimbangan sudah keluar negeri dengan harga murah. Dan ini menjadi prestice, dan kalau seperti terus devisa akan merosot dan rupiah akan hijrah ke luar negeri,”jelasnya. (sul/fajar)

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.