Tuntutan untuk Bos Abu Tours Tunggu Petunjuk Kejagung

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sidang pembacaan tuntutan bagi terdakwa bos PT Abu Tours Hamzah Mamba alias Mamba sejatinya berlangsung terpaksa ditunda hingga senin pekan depan.

Permohonan penundaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) terkait sidang perkara dugaan penipuan penggelapan dan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) uang milik jamaah umrah PT Abu Tours sebesar Rp1,4 triliun disampaikan di hadapan majelis hakim.

“Sebenarnya kami JPU sudah memiliki konsep tuntutan. Kita juga sudah siapkan drafnya,” ujar JPU Darmawan Wicaksono.

Namun, menurut Darmawan, ada mekanisme di internal JPU yang diharuskan meminta petunjuk ke pimpinan. Tapi sampai saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk dari kejaksaan agung (kejagung).
Alasannya, karena perkara ini menarik perhatian. ”Tapi kalau petunjuk tuntutannya sudah ada, pasti kita bacakan,” imbuhnya.

Darmawan melanjutkan, dasar tuntutan terhadap terdakwa tentu saja tetap mengacu pada dakwaan JPU dalam perkara ini. Yaitu dalam dakwaan ke I itu sifatnya alternatif, antara pasal penggelapan atau penipuan, dan nanti akan dibuktikan salah satunya.

“Dakwaan kedua kami itu soal pencucian uang. Sebab ada kaitannya dengan benda. Barang bukti yang demikian banyak, ada kaitannya dengan putusan-putusan pengadilan niaga.

“Ada juga kaitannya dengan kepailitan dengan jumlah jamaah yang sedemikian banyaknya. Karena hal ini juga berkaitan dengan aset dan barang bukti yang harus betul-betul butuh petunjuk dari pimpinan,” terangnya.

Diketahui dalam dakwaan JPU, menyebutkan bahwa terdakwa Direktur Utama (Dirut) PT Abu Tours Hamzah Mamba, bersama Manajer Keuangan PT Abu Tours M Kasim diduga telah melakukan penggelapan dan pencucian uang 96.976 jamaah dengan nilai mencapai kurang lebih Rp1,2 triliun.

Dalam perkara ini, Hamzah Mamba telah didakwa bersalah melanggar pasal penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Ia dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP, serta pasal TPPU pasal 3 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010. (mat/bkm/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment