Ustad Abu Bakar Baasyir Akan Bebas, JK: Pertimbangan Kemanusiaan

Sabtu, 19 Januari 2019 - 15:21 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – ‎Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid Ustad Abu Bakar Baasyir akan dibebaskan dengan pertimbangan kemanusiaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan alasan dibebaskannya Baasyir bukan karena urusan lain. Melainkan alasan kemanusiaan. “Ya pertimbangan kemanusiaan,” ujar JK di Hotel Kempinski, Jakarta, Sabtu (19/1).

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini juga memaklumi apabila ada pihak-pihak yang menilai Jokowi sedang melakukan pencitraan demi Pilpres 2019 terkait pembebasan Baasyir tersebut.

JK mengaku saat ini banyak urusan-urusan yang dikaitkan ke politik. Padahal kenyataan berbeda jauh. Misalnya pembebasan Abu Bakar Baasyir ini dengan pertimbangan kemanusiaan.

“Apa sih sekarang di Indonesia yang tidak dikait-kaitkan politik? Semua orang mengaitkan dengan politik,” katanya.

Sebelumnya Pimpinan Jamaah Ansharut Tauhid Abu Bakar Baasyir dikabarkan akan bebas pada Kamis, 24 Januari 2019. Narapidana tindak pidana terorisme yang sebelumnya divonis 15 tahun penjara ini dibebaskan oleh Presiden Jokowi, dengan alasan kemanusiaan.

Kabar ini disampaikan oleh penasihat hukum Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Izha Mahendra, ketika mengunjungi Lapas Gunung Sindur, tempat Baasyir ditahan.

“Hari ini saya ingin menyampaikan maksud dari Presiden Jokowi yang ingin membebaskan Abu Bakar Baasyir,” kata Yusril.

Seperti diketahui, Ustad Baasyir yang kini berusia 80 tahun divonis 15 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam sidang yang digelar Juni 2011.

Ustad Baasyir dinyatakan terbukti merencanakan dan menggalang dana untuk pembiayaan pelatihan militer kelompok teroris yang mengadakan latihan bersenjata di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.