Baasyir Tolak Sumpah ke Pancasila, PDIP: Silahkan Jadi Warga Negara Lain

Minggu, 20 Januari 2019 15:47

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penolakan Ustadz Abu Bakar Baasyir untuk bersumpah setia pada Pancasila sebagai syarat kebebasannya dari penjara menuai kritik tajam dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Tak segan-segan, Hasto menyarankan Baasyir keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Menurut Hasto, sebagai warga Indonesia harus menaati nilai-nilai Pancasila dan mengamalkannya. Pernyataan tersebut juga tak lepas dari respons Baasyir sebagai narapidana perkara terorisme yang tak mau menandatangani pernyataan sumpah setia kepada Pancasila sebagai syarat pembebasannya. Baasyir yang dijatuhi hukuman 15 tahun penjara telah menjalani masa hukuman selama 9 tahun di Lapas Gunung Sindur, Bogor.”Setiap warga negara Indonesia wajib untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Sekiranya tidak mau punya komitmen yang kuat tehadap NKRI sebagai kewajiban warga negara, ya silakan jadi warga negara lain,” kata Haso di sela acara Safari Politik Kebangsaan V DPP PDIP di wilayah DKI Jakarta, Minggu (20/1).Menurut Hasto, jika Baasyir ingin memperoleh pembebasan bersyarat maka pendiri Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) itu harus meneken dokumen berisi pernyataan sumpah untuk patuh NKRI dan Pancasila. Politikus asal Yogyakarta itu menegaskan, Pancasila merupakan ideologi negara yang tidak bisa ditawar lagi karena sudah menjadi kesepakatan pada pendiri bangsa.

Bagikan berita ini:
3
10
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar