1.200 Jiwa Korban Kebakaran di Tomang Tempati Pengungsian, MCK Belum Tersedia

Senin, 21 Januari 2019 - 17:04 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Korban kebakaran di Jalan Tomang Utara 1, Kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, sudah dievakuasi di posko pengungsian yang disediakan pemerintah setempat. Ada lebih dari 1.200 jiwa yang kehilangan rumahnya akibat kebakaran pada dini hari tadi.

Mereka untuk sementara waktu diminta tinggal di tenda-tenda pengungsian yang disiapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta Barat juga telah memberikan penanganan sementara.

Sedikitnya sudah ada tiga posko pengungsian yang tersebar di masing-masing RW yang dilanda kebakaran di Kelurahan Tomang. Berbagai sarana prasarana mulai dari dapur umum, hingga posko kesehatan telah tersedia.

Ratusan rumah di Tomang, Jakarta Barat hangus terbakar (Wildan Ibnu Walid/JPC)

Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi mengatakan, korban terdampak di tiga RW kelurahan Tomang, Kecamatan Grogol Petamburan, tercatat ada 234 KK dan lebih dari 1.200 jiwa.

“Kami mengutamakan anak-anak dan orang tua agar menempati tenda-tenda pengungsian. Bantuan dari mulai makanan pokok dan posko kesehatan pun sudah diberikan kepada warga,” ujarnya saat berkunjung di posko pengungsian, Senin (21/2).

Ia menjelaskan, evakuasi kepada korban terdampak kebakaran sudah diberikan sesuai dengan prosedur tetap penanganan becana. Pemerintah setempat memastikan kepada anak-anak dan orang tua agar bisa tidur aman dan nyaman.

Bantuan seperti tikar dan selimut, dapur umum, posko kesehatan hingga sumber air bersih telah tersedia. “Tinggal mobil MCK yang belum hadir. Dapur umum sudah. Sementara instalasi istrik akan berkoordinasi dengan PLN, kalau sudah aman, bisa dihidupkan untuk penerangan,” tambahnya.

Permukiman di Jalan Tomang Utara Raya 1 sebagian besar merupakan salah satu kawasan padat penduduk. Sehingga saat kebakaran terjadi, api dengan cepat menyambar ratusan rumah warga.

Rustam mengatakan, kebakaran serupa di kawasan tersebut pernah terjadi sebelumnya pada 2008 lalu. Menurutnya, daerah itu merupakan kawasan rentan terjadi kebakaran.

Untuk itu ia mengimbau kepada pengurus camat, lurah, dan RW di Kelurahan Tomang untuk waspada. Khususnya penggunaan listrik dan tabung gas saat memasak.

“Kejadian ini harus diwaspadai oleh semua pihak. Daerah rentan seperti ini harus lebih optimal lagi kewaspadaannya. Semuanya harus disiplin, jangan satu stop kontak dipakai untuk banyak. Biasanya ini terjadi larena konsleting,” terangnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.