Biar Capres Gak Kebanyakan Ngomong, KPU Sudah Punya Strategi


FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mewacanakan akan memberikan segmen tersendiri kepada capres dan cawapres dalam debat-de‎bat Pilpres mendatang. Upaya itu dilakukan agar debat tak berjalan monoton.Dengan kata lain, capres maupun cawapres memiliki bagian tersendiri alias lebih leluasa. “Misalnya capres diberikan segmen khusus untuk bisa bicara dengan lawannya. Kemudian cawapresnya juga sama,” ujar Ketua KPU, Arief Budiman di Jakarta, Senin (21/1).Menurut Arief, rencana yang digulirkan itu untuk meminimalirsir capres terlalu banyak bicara dan menjawab pertanyaan. Sehingga cawapres tidak diberikan kapasitasnya untuk menjelaskan visi-misi dan menjawab pertanyaan.”Iya betul salah satunya mengatisipasi itu (capres terlalu banyak mendapatkan porsi bicara),” katanya.Selain itu, Arief juga mengaku KPU sudah merancang debat tidak dilakukan berpasangan. Misalnya pada ‎debat kedua hanya dilakukan capres saja. Kemudian di debat ketiga hanya antar cawapres saja.”Kami rencananya akan merancang itu dari enam segmen, hanya antar capres dan debat selanjutnya hanya cawapres‎,” pungkasnya.Sekadar informasi dalam debat perdana yang beberapa waktu digelar. Cawapres Ma’ruf Amin hanya berbicara di saat segmen bertemakan terorisme. Setelah itu semuanya dominan ke capres nomo urut 02 Joko Widodo (Jokowi).Adapun ‎kelima putaran debat capres-cawapres akan digelar KPU sejak Januari hingga April 2019, sebelum memasuki masa tenang, 14 April 2019.Debat pertama, digelar tanggal 17 Januari 2019 dan akan ditayangkan melalui Kompas TV, TVRI, RRI, dan RTV. Kedua pasangan capres-cawapres akan dihadapkan pada isu hukum, HAM, korupsi, dan terorisme.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...