Bupati Mojokerto Divonis 8 Tahun Penjara, Hak Politik Dicabut 5 Tahun


FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Sidang vonis perkara money laundry yang menjerat terdakwa Bupati Mojokerto nonaktif Mustofa Kamal Pasa digelar di PN Tipikor Surabaya, Senin (21/1). Mustofa dinyatakan bersalah dan divonis 8 tahun penjara.”Mengadili dan menyatakan terdakwa atas nama Mustofa Kamal Pasa terbukti bersalah. Menjatuhkan penjara delapan tahun,” tegas Ketua Majelis Hakim I Wayan Sosiawan.Mustofa dijatuhi denda sebesar Rp 500 juta subsider kurungan 4 bulan. Selain itu, hak politik Mustofa juga dicabut selama 5 tahun dan uang pengganti Rp 2,75 miliar subsider 1 tahun.Hakim menyatakan Mustofa terbukti bersalah atas beberapa hal. Antara lain, menerima fee dalam menggunakan kewenangan jabatan, dan menerima uang untuk mendirikan serta melegalkan dua tower komunikasi dari PT Tower Bersama Infrastructure (TBG) dan PT Profesional Telekomunikasi Indonesia.Vonis hakim tersebut lebih ringan empat tahun ketimbang tuntutan jaksa sebelumnya. JPU menuntut Mustofa dengan hukuman 12 tahun penjara. Oleh sebab itu, JPU Joko Hermawan menyatakan pikir-pikir terhadap putusan tersebut.Begitu pula dengan kuasa hukum Mustofa, Muhajir. Dia akan mempertimbangkan vonis itu bersama terdakwa dan keluarganya. Sebab menurutnya, vonis tersebut tidak sesuai fakta persidangan. Tim kuasa hukum punya waktu tujuh hari untuk melengkapi pledoi.”Karena kalau kami melihat, pembuktiannya nihil. Faktanya, selama ini hanya pengakuan dari ajudannya yang bernama Lutfi. Terdakwa sendiri tidak pernah mengakui,” beber Muhajir.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...