Kebebasan Baasyir Diributkan, Fahri Hamzah: Mau Dipakai Jelang Pemilu – FAJAR –
Politik

Kebebasan Baasyir Diributkan, Fahri Hamzah: Mau Dipakai Jelang Pemilu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kebebasan Ketua  Jamaah Islamiyah Abu Bakar Baasyir menuai pro dan kontra di tubuh partai pendukung Pemerintah. Dalam kebebasan itu, kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 , Yusril Ihza Mahendra mengklaim, kebebasan Baasyir adalah permintaan Presiden Jokowi karena tidak tega melihat ulama di penjara.

Sementara itu, tersiar kabar bahwa Baasyir memang sudah waktunya bebas bersyarat sejak pertengahan bulan Desember 2018 kemarin, setelah menjalankan masa tahanan selama Sembilan tahun dari 15 tahun hukumannya.

Selain itu, kebebasan Baasyir juga dipermasalahkan oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasti Kristiyanto terkait dengan penolakan Baasyir untuk bersumpah atas nama Pancasila. Hasto bahkan menyarankan agar Baasyir keluar dari Indonesia jika menolak sumpah untuk Pancasila.

Menanggapi hal itu, penggagas Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) Fahri Hamzah mengatakan, pro kontra kebebasan Baasyir sebaiknya dikembalikan ke Pemerintah, karena merekalah yang mengetahui keputusan tersebut. “Itu yang begitu-begitu, baliknya kepada Pemerintah,” kata Fahri kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Senin (21/1).

Dikatakan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu,  pro kontra itu membuat Baasyir makin tau apa kemauan Pemerintah atas keputusan tersebut. Sementara Baasyir sendiri adalah orang yang keras dengan pendiriannya.

“Karena itu dugaan saya Abu Bakar Baasyir orang keras kepala, kaya begitu ya gak bakalan gampang juga nerima kemauannya Pemerintah,” ucapnya.

Tak hanya itu, Fahri juga menduga, ada indikasi Pemerintah memanfaatkan kondisi ini untuk Pemilu 2019 nanti. “Sementara Pemerintah itu semacam ada agenda mau pake ini menjelang Pemilu. Saya kira Abu Bakar Baasyir gakkan mau dipake untuk kepentingan Pemilu,” jelasnya. (RGR/Fajar)

Click to comment

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!