Klaim Kebaikan Jokowi, Baasyir Dikabarkan Tolak Dibebaskan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kabar kebebasan Ustadz Abu Bakar Baasyir sempat menghebohkan public Indonesia. Keheboan itu terjadi saat kuasa hukum Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengaku kebebasan tersebut atas keputusan Presiden Joko Widodo, karena tidak tega melihat ulama di penjara.

Sontak, pengakuan itu lantas disebut-sebut mendapat penolakan dari Abu Bakar Baasyir sendiri. Kabarnya, ulama sepuh itu enggan keluar dari penjara bila kebebasannya atas kebaikan Jokowi, karena rentan dimanfaatkan untuk kepentingan Pilpres 2019.

Wakil Ketua DPR-RI Fahri Hamzah mengatakan, Baasyir adalah sosok yang keras dan teguh dengan pendiriannya, hingga informasi kebebasannya karena permintaan Jokowi dipastikan akan ditolak.

“Pemerintah gak jelas sikapnya kepada Abu Bakar Baaasyir, sekali ada yang mengatakan ini sudah waktunya, ada yang mengatakan karena kebaikan hati Presiden, tapi Abu Bakar Baasyir-nya sendiri kalau kebaikan hati Presiden dia gak terima,” kata Fahri Hamzah, Senin (21/1).

Tak sampai disitu, Fahri Hamzah mengakui, ada kabar jika Baasyir sendiri sudah menolak untuk keluar dari penjara, bila kebebasannya dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk kepentingan Pilpres 2019.

“Malah yang saya dengar, dia (Baasyir) sekarang gak mau keluar, ya karena ini mau dipakai secara politik, akhirnya Abu Bakar Baasyir gak mau keluar. Jadi, dalam isu terorisme itu Pemerintahan ini saya lihat dari awal itu ambigu,” ucapnya.

Untuk itu, Fahri Hamzah sepakat dengan yang diampaikan oleh calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto soal terorisme yang dating dari Negara luar, bukan dari rakyat Indonesia. (RGR/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...