Mantan Pengacara Bikin Trump Kelabakan


FAJAR.CO.ID – Sebagai presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump punya banyak masalah. Namun, tidak ada masalah yang lebih pelik dari Michael Cohen. Kini isu yang melanda penguasa Gedung Putih itu bukan sekadar soal politik atau SARA, melainkan kriminal.”Saya bisa saja menembak orang di Fifth Avenue dan masih mendapatkan banyak dukungan.” Demikian candaan Trump dalam rangkaian kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2016. Taipan 72 tahun itu menyombongkan imunitas seorang kepala negara. Sebagian besar omongan tersebut memang terbukti. Kesalahan demi kesalahan dan deretan pelanggaran sang presiden berlalu begitu saja.Trump pernah melontarkan ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Dia juga pernah melecehkan negara-negara di Benua Afrika dengan istilah shithole (lubang kakus). Dalam sebuah kesempatan, dia keceplosan soal hobi melecehkan perempuan. Bukan hanya itu. Dia juga membuat AS mengalami shutdown parsial terlama sepanjang sejarah.Namun, semua itu tidak membuat Trump berubah. Kecuali, Cohen. Mantan pengacara pribadi suami Melania tersebut membuat Trump kelabakan dengan mengakui semua dakwaan pada akhir tahun lalu. Dia bahkan telah dijatuhi vonis tiga tahun penjara karena terlibat dalam kolusi tim kampanye Trump dan Rusia dalam merekayasa Pilpres 2016.Selain itu, dia mengaku telah memberikan kesaksian palsu. Itu pula yang kini sedang menjadi buah bibir publik AS. BuzzFeed News melaporkan bahwa Cohen memberikan keterangan yang tidak benar di hadapan Kongres AS tentang proyek realestat Trump di Moskow, Rusia. Kamis malam (17/1) media itu menyebut Trump sebagai individu yang memerintah Cohen berbohong di depan Kongres AS.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...