Peduli Korban Bencana Sulteng, Menperin Salurkan Lima Unit AMMDes

Senin, 21 Januari 2019 - 16:00 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pasca bencana gempa dan tsunami yang melanda Kota Palu, Sigi dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akhir 2018 kemarin hingga kini masih kesulitan air bersih.

Kesulitan air bersih ini langsung direspon oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan menyalurkan lima unit alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) untuk membantu pengolahan airjernih.

Sebanyak tiga daerah yang mendapat bantuan AMMDes itu yakni, Kota Palu mendapat satu unit, Kabupaten Sigi  dua unit, dan Kabupaten Donggala dua unit. “Unit AMMDes yang diserahkan diperoleh dari hasil donasi yang dikumpulkan para pegawai di lingkungan Kemenperin. Bantuan ini akan diberikan secara bertahap, semoga dapat bermanfaat dan membantu bagi masyarakat terdampak,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto kemarin di Jakarta.

Dikatakan Menperin, kebutuhan air bersih sangat penting bagi masyarakat yang terkena dampak bencana, karena hal itu untuk mendukung berbagai aktivitas. “Ini menjadi salah satu program prioritas pascabencana. Apalagi, air sebagai kebutuhan vital,” ucapnya.

Menteri Perindustrian, Airlangga hartarto Melihat Langsung Bantuan AMMDes Buat Korban Bencana Sulteng. Foto: Humas Menperin

Diungkapkan Ketua Umum Partai Golkar itu, Kemenperin akan terus mendorong pengembangan AMMDes, sebagai salah satu karya anak bangsa yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah. “Agustus lalu, pada pembukaan GIIAS 2018, Bapak Presiden Joko Widodo telah resmi meluncurkan AMMDes tersebut,” jelasnya.

Bersamaan dengan itu, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kemenperin Putu Juli Ardika menjelaskan, AMMDes pengolah air jernih diserahkan langsung kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kabupaten Sigi dan Donggala.

“Sedangkan, di Kota Palu dikelola oleh Kelompok Usaha Masyarakat yang direkomendasikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu,” ungkapnya.

Menurut Putu, sebelum diserahkan kepada kelompok masyarakat penerima bantuan, telah dilakukan pendampingsan selama 1-2 bulan. “Kami juga laksanakan bimbingan teknis kepada kelompok masyarakat penerima bantuan mengenai teknis pengoperasian AMMDes penjernih air tersebut,” terangnya. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.