PSM Masih Berutang Sewa Stadion Rp470 Juta

Senin, 21 Januari 2019 - 15:57 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR –– Di tengah perburuan pemain yang dilakukan PSM Makassar, suara sumbang dialamatkan kepada pihak manajemen. Mereka berutang sebesar Rp470 juta kepada Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS).

Pengurus YOSS sangat menyayangkan sikap manajemen PSM yang dengan sengaja melanggar Memorandum of Undestanding (MoU) terkait penggunaan Stadion Mattoanging Makassar.

Ketua Dewan Pembina YOSS Andi Ilhamsyah Mattalatta, Minggu (20/1) menjelaskan, surat kesepakatan kerja sama diteken kedua belah pihak resmi diteken pada Desember tahun 2017 lalu. Durasi kontraknya selama lima tahun.

Dalam kontrak yang disetujui, manajemen diwajibkan melakukan pembayaran tahap pertama sebesar Rp750 juta. Namun ketika pembayaran dilakukan untuk tahap pertama, tidak secara penuh. Manajemen PSM hanya membayar Rp280 juta. Sisanya Rp470 juta belum dibayar hingga kini.

Menurut Ilhamsyah, seharusnya pembayaran tahap pertama dibayarkan saat penandatangan kontrak kerja sama tahun 2018. Tahap II dibayarkan 3 Januari 2019 sebesar Rp750 juta. Tahap III tahun 2020-2021 senilai Rp1,5 miliar pada 3 Januari 2020. Sementara tahap IV sebesar Rp750 juta dilakukan pelunasan pada 3 Januari 2022.

”Harusnya pembayaran tahap I sudah lunas sejak tahun 2018. Per 3 Januari 2019 itu sudah pembayaran tahap II. Tapi ini tidak dilakukan oleh manajemen PSM,” ujar Ilhamsyah.

Hal yang membuat kesal pihak YOSS, karena setiap manajemen PSM diundang rapat membahas masalah kontrak, pihak PSM tidak pernah hadir. Saat dilakukan penagihan lewat surat maupun dikonfirmasi melalui telepon, juga tak pernah digubris.

”Kami seperti tidak mengerti dengan manajemen PSM yang dengan sengaja melanggar kesepakatan kontrak kerja sama,” cetusnya.

Pembayaran nilai kontrak yang tertunda ini, diakui Ilhamsyah, membuat manajemen YOSS kesulitan untuk melakukan pembenahan. Terutama membayar gaji karyawan. Hal ini diyakini bisa mempengaruhi aspek pelayanan terhadap para pengguna fasilitas di lingkungan YOSS.

Dengan semakin dekatnya kompetisi, pihak YOSS dituntut memberikan pelayanan kepada semua pihak yang berkepentingan di stadion. Tapi jika pembayaran sewa sesuai yang telah diatur dalam kontrak tidak dibayarkan, tentu akan sulit bagi pihak YOSS bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

Sementara pengurus YOSS lainnya, Baharuddin Makassau mengatakan setiap kali dilakukan penagihan, PSM berdalih belum menerima honor siaran langsung dari PSSI.”Alasannya begitu. Mereka belum dibayar dari PSSI. Tapi kan itu bukan lagi urusan YOSS. Tapi sepenuhnya urusan PSM,” tegas Baharuddin

Sebab di dalam kontrak, lanjutnya, diatur manajemen PSM berkewajiban membayar biaya sewa sesuai dengan yang telah disepakati. ”Urusan PSM dengan PSSI itu soal lain. Kami tidak mau tahu itu. Kami hanya ingin menaati sesuai dengan isi kontrak kerja sama. Menyelesaikannya tepat waktu,” tukas Ilhamsyah.

BKM (grup FAJAR.CO.ID) mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen PSM. Sekretaris PSM Andi Widya Syadzwina menyarankan agar meminta penjelasan dari Sule, panggilan akrab Sulaeman Abdul Karim selaku Media Officer PSM.

Ketika dihubungi, Sule awalnya berjanji untuk meminta konfirmasi terlebih dahulu kepada manajemen. Setelah itu akan memberikan penjelasan kepada BKM. Namun, hingga berita ini dibuat, tak pernah ada keterangan resmi dari Sule. (ila-nug/rus/c)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *