Surat Suara Mulai Dicetak, 194 Ribu Personel Polri Disiagakan

Senin, 21 Januari 2019 - 16:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pencetakan surat suara untuk Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 sudah dilakukan sejak Minggu (20/1). Rencananya, pencetakan itu akan rampung pada Maret mendatang.

Untuk mengawasi dan mengamankan proses tersebut, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) turun tangan dengan mengerahkan sepertiga kekuatan. Kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo yakni sebanyak 194.000 personel.

“(Mereka) melakukan pengamanan baik di tempat percetakan kemudian tempat penampungan gudang KPU yang ada di pusat, di provinsi, di kabupaten, maupun di tingkat TPS, di tingkat kelurahan, maupun di tingkat desa,” ujar Dedi di kantornya, Jakarta, Senin (21/1).

Pengamanan khususnya di tempat percetakan surat suara, kata Dedi dilakukan selama 1X24 jam. Pengamanan juga dilakukan secara berlapis, termasuk di area dalam percetakan.

“Kami berkoordinasi dengan pengamanan internal perusahaan. Kemudian di ring luar kami juga ada posko di situ, ada juga di area jalan,” jelasnya.

Setiap orang yang keluar masuk ke area perusahaan juga diperiksa secara ketat guna menghindari hal tidak diinginkan. Tak terkecuali petugas maupun pegawai percetakan.

“Kami melibatkan pengamanan security internal, digeledah, clear, baru boleh keluar. Demikian juga masuknya, digeledah juga, kalau clear baru boleh masuk,” pungkas Dedi.

Sekadar informasi, setidaknya ada 939.879.651 lembar surat suara yang akan dicetak oleh enam perusahaan. Keenam perusahaan tersebut adalah PT Aksara Grafika Pratana (4 lokasi), PT Balai Pustaka (4 lokasi), PT Gramedia (9 lokasi), PT Temprina Media Grafika (11 lokasi), PT Puri Panca Pujibangun (6 lokasi), dan PT Adi Perkasa Makassar (1 lokasi).

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *