Bakal Dilantik Jadi Kapolda Metro Jaya, Ini Sosok Gatot Eddy Pramono

Selasa, 22 Januari 2019 - 13:19 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pergantian pimpinan Kepala Kepolisian Polda Metro Jaya akan segera berganti. Irjen Idham Azis akan menjabat posisi tertinggi di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Sedangkan posisinya akan digantikan Irjen Gatot Eddy Pramono yang sebelumnya merupakan Asisten Perencanaan (Asrena) Kapolri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono membenarkan jika pimpinannya itu akan menempati posisi baru menjadi Kepala Bareskrim Mabes Polri. “Ya, benar (Kapolda menjabat Kabareskrim),” saat dikonfirmasi, Selasa (22/1).

Inspektur Jendral Gatot Eddy Purnomo ditunjuk menjadi Kapolda Metro Jaya yang baru menggantikan Inspektur Jendral Idham Azis. Hal ini disebutkan dalam surat mutasi telegram bernomor ST/188/I/KEP.2019 tertanggal 22 Januari 2019.

Diketahui, Gatot Eddy sebelumnya menjabat sebagai Asistensi Perencanaan dan Anggaran (Asrena) Kapolri. Tak hanya perencanaan, Gatot juga pernah berkutat sebagai Staf Ahli Sosial dan Ekonomi (Sahlisosek) Kapolri.

Gatot memulai karir sebagai Kapolres Blitar. Ia juga pernah mendapat kesempatan menjadi Sespri Kapolri. Lulusan Akpol 1988 ini kemudian menjadi Kapolres Depok dan Kapolres Jakarta Pusat pada tahun 2008 dan 2009. Sementara di wilayah hukum Polda Metro Jaya, Gatot pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum sekitar tahun 2011.

Kemudian dia ditarik di Bareskrim Polri menjadi Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim pada tahun 2012. Pria kelahiran 28 Juni 1965 selanjutnya menjabat sebagai Kabagdukminops Robinops Sops Polri. Karir Gatot semakin cemerlang, ia pun pernah menjabat sebagai Wakapolda Sulawesi Selatan pada tahun 2016. Belakangan, perwira bintang dua ini ini dipercaya memimpin Satuan Tugas Nusantara yang dibentuk oleh Polri menjelang Pilkada Serentak 2018 dan Pilpres 2019.

Satgas Nusantara ini bertugas untuk mendinginkan suasana saat tensi politik sedang memanas selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 berlangsung. Satgas ini banyak menindak pelaku ujaran kebencian jelang pesta demokrasi.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.