CVR Lion Air JT 610 Telah Diunduh, Percakapan Pilot Jernih

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengupayakan laporan akhir terkait jatuhnya Lion Air JT 610 bisa selesai Agustus mendatang. Saat ini data dari cockpit voice recorder (CVR) telah diunduh.

“Percakapannya jernih. Sekarang kami sedang menyusun transkrip,” kata Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, kemarin (21/1).

CVR itu ditemukan dan diangkat dari dasar perairan Karawang pada Senin (14/1) lalu. Menurut Soerjanto, data yang diunduh KNKT berisi rekaman sepanjang dua jam. Mulai dtik-detik saat kecelakaan hingga dua jam sebelumnya.

Kata-kata yang diucapkan pilot dan kopilot juga dinyatakan jelas. Namun, memang ada beberapa bagian yang tertimpa suara lain. “Rekamannya kami putar sampai seratus kali. Kami punya trik-trik khusus untuk memfilter noise untuk mendapatkan suara yang diinginkan,” jelasnya.

Sejak pesawat nahas itu jatuh pada 29 Oktober 2018 hingga ditemukan Senin pekan lalu, pemancar sinyal lokasi milik CVR tersebut masih terus memancarkan sinyal “ping”. “Sertifikasinya memang memancarkan sinyal selama minimum 90 hari. Tapi, untuk produk-produk baru terbukti bisa sampai 120 hari,” jelas Soerjanto.

Selain percakapan pilot dan kopilot menjelang kecelakaan, kata Soerjanto, sisa dari rekaman adalah soal maintenance pesawat. Dia menambahkan bahwa percakapan-percakapan pribadi tidak akan dibuka ke publik.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memberikan apresiasi terhadap empat penyelam TNI-AL yang telah berhasil menemukan dan mengangkat CVR tersebut. Meskipun dia sendiri tidak menyebut detail penghargaan apa yang diberikan.

Terpisah, sejumlah keluarga korban penumpang JT 610 didampingi kuasa hukum menyampaikan sejumlah aduan kepada Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Selama kurang lebih satu jam, keluarga bersama pengacara melakukan pertemuan tertutup dengan wakil ketua DPR bidang kesejahteraan rakyat itu.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment