Jokowi Berbohong Soal Utang dan Impor

Selasa, 22 Januari 2019 - 20:53 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -Janji politik Presiden Joko Widodo pada 2014 disebut sebuah kebohongan oleh mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu. Pasalnya, hampir semua janji yang diungkapkan oleh Jokowi tidak dapat direalisasi selama menjabat sebagai Presiden.

Said pun membeberkan sejumlah kebohongan Jokowi yakni terkait soal impor dan utang, namun pada prosesnya Jokowi tetap melakukan utang kepada luar negeri dan tetap melakukan impor. “Janji kampanye tidak dilaksanakan maka itu kebohongan. Tapi kalau dilaksanakan tapi tidak tercapai itu bukan kebohongan. Namun yang paling berbahaya itu adalah kebohongan yang dibalut dengan landasan kebijakan pemerintah,” tuturnya dalam diskusi bertajuk ‘Jejak-jejak Kebohongan Jokowi?’ di Seknas Prabowo-Sandi, di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (22/1).

Lanjut Said mengungkapkan bahwa, tidak hanya soal impor dan utang, Jokowi juga berbohong terkait mobil Esemka. Said mengaku pernah didorong untuk mempromosikan mobil tersebut, namun dirinya menolak hal tersebut. “Saat ini saya saya Ketua Persatuan Insinyur Indonesia. Waktu itu saya diminta untuk endors program mobil Esemka terebut. Tapi, saya tidak mau karena saya yakin mobil Esemka tersebut adalah kebohongan,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa, Prabowo juga pernah menjadi korbanya, pasalnya pada saat itu Prabowo membeli mobil Esemka tersebut sebanyak 5 unit. Prinsipnya, dia akan melawan siapapun yang melakukan kebohongan, apalagi kebohongan kepada masyarakat. “Tidak hanya kepada Jokowi. Saat Prabowo-Sandi juga melakukan kebohongan maka saya akan melawannya. Negara ini harus maju, untuk itu harus kita lawan kebohongan,” katanya.

Lebih jauh, dia bercerita soal rakyat Amerika Serikat yang lebih memilih Donald Trump ketimbang Hillary Clinton. Menurutnya, warga Amerika sangat menghormati moral yang jauh melekat pada Hillary dari pada Trump. Namun, rakyat Amerika melabuhkan dukungan kepada Trump karena memiliki komitmen kuat untuk melindungi negara. Dari situ, Said berpandangan, bila orang moralnya bagus tapi tak ada daya juang untuk melindungi negara akan percuma.

“Saya tanya kenapa memilih Trump. Jawaban mereka, negara kami terancam, sehingga butuh pemimpin yang menyelamatkan negara kami. Gedung ini dibeli China, itu dibeli China. Kalau Trump tidak memimpin maka China akan membeli semuanya,” pungkasnya. (yog)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *