Baasyir Bebas?, Gerindra: Berbuat Baik Tidak Perlu Menunggu Momen

0 Komentar

FAJAR.CO ID, JAKARTA – Keputusan bebas tak bersyarat Ustadz Abu Bakar Baasyir yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo sepertinya gagal total, setelah Menko Polhukam Wiranto meminta Presiden untuk mengkaji ulang keputusannya.

Setelah mendapat perlawanan dari anak buahnya, kebebasan Baasyir kembali dibuat bersyarat, yakni harus bersumpah setia kepada Pancasila. Namun, syarat tersebut nampaknya ditolak secara tegas oleh Baasyir.

Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, bebasan bersyarat seorang narapidana memiliki aturan atau tata cara tersendiri. Tetapi, terlepas dari syarat itu, pihaknya mengapresiasi etikad baik Pemerintah membebaskan Baasyir dengan alasan kemanusiaan.

“Liat skema, ada tata cara pembebasan bersyarat, ada tara caranya. Yang kita lihat di sini, kami bisa menerima Pemerintah beritikad baik dengan alasan kemanusiaan,” kata Dasco di Gedung DPR-RI, Rabu (23/1).

Menurut Dasco, langkah-langkah kemanusiaan yang mau dilakukan oleh Jokowi tetapi gagal itu akan dilakukan oleh Prabowo Subianto, bila masyarakat memandatkan kepercayaan memimpin Negara kepadanya.

“Itu yang akan dilakukan juga Pak Prabowo kalau memerintah. Memang kekuasaan itu digunakan untuk hal-hal yang baik kan gitu,” jelasnya.

Untuk itu, Dasco menyarankan agar semua pemimpin di bangsa ini tidak menunggu satu momen dalam berbuat baik demi kemanusiaan. “Tidak perlu menunggu lama-lama dan tidak perlu menunggu momen untuk berbuat baik,” tutupnya. (RGR/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...