Banjir Rusak Ribuan Hektare Tanaman Padi di Maros dan Gowa

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:29 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Banjir yang terjadi di Kabupaten Maros dan Gowa, Selasa (22/1) kemarin, tak hanya merendam pemukiman warga. Ribuan hektare sawah milik petani di dua kabupaten tetangga Makassar ikut tergenang.

Akibatnya, ribuan hektare padi petani mati akibat banjir. Di Kabupaten Maros, sawah di empat kecamatan tercatat rusak akibat banjir yakniKecamatan Mandai, Maros, Tanralili, dan Bantimurung.

Dari data  Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, di Kecamatan Mandai ada 1.528 hektare sawah yang rusak akibat banjir, di Kecamatan Maros 675 hektare, di Kecamatan Tanralili 2.182 hektare dan di Kecamatan Bantimurung 3.964 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Fitriani mengatakan total ada 8.332 hektare padi yang puso. Umur padinya bervariasi dari 1 hingga 7 minggu.

“Semoga air cepat surut dan tidak lebih dari empat hari, sehingga tidak terjadi puso,” harap Fitriani, Rabu (23/1/19).

Sementara untuk daerah lain seperti Gowa masih dilakukan pendataan. Data sementara yang diperoleh hingga pukul 11.45 Wita dari tiga kecamatan yakni dengan total 5.460 hektare. Di Kecamatan Bajeng Barat misalnya 1.487 hektare.

“Gowa sementara pendataan di empat kecamatan termasuk Parangloe dan Bajeng, totalnya 5.460 hektare. Tetapi kami masih sementara mendata,” sebut Fitriani.(ade/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *