Basis Pemilih PPP dan Hanura Paling Terbelah di Koalisi Jokowi-Ma’ruf

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:28 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Koalisi pengusung pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak sepenuhnya solid mendukung calon yang diusung. Masih terdapat split ticket voting. Hal itu berdasarkan temuan survei Indikator Politik Indonesia.

Indikator Politik menemukan jika basis Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pengusung Jokowi-Ma’ruf mencapai 56,2 persen. Sedangkan Koalisi Adil Dan Makmur pengusung Prabowo-Sandi 26,2 persen. Selebihnya merupakan kelompok non partisan dan basis partai di luar koalisi pengusung dan pendukung.

Dalam simulasi dua pasangan calon, dengan pertanyaan jika pemilihan presiden diadakan sekarang siapa yang akan dipilih. Jawabannya di koalisi Jokowi-Ma’ruf PKPI menjadi partai yang paling solid, 100 persen pemilihnya mendukung 01.

Dilanjut dengan PSI 91,9 persen pemilihnya memilih Jokowi-Ma’ruf, 8,1 persen membelot ke Prabowo-Sandi. Di posisi tiga diduduki PDIP sebagai pengusung utama Jokowi.

“90,1 persen basis PDIP memilih Jokowi-Ma’ruf. 6,0 persen berpaling ke Prabowo-Sandi. Dan 3,9 persen tidak menjawab,” ujar Peneliti Senior Indikator Politik, Rizka Halida di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (23/1).

Sementara itu tiga partai yang paling tidak solid diisi oleh Partai Hanura, PPP dan Golkar. Split basis pemilih tiga partai ini masih di atas 30 persen. Basis pemilih PPP yang mendukung 01 hanya 53,7 persen, 43,2 persen ke Prabowo-Sandi dan 3,1 persen tidak menjawab.

Adapula basis pemilih Hanura hanya 59,1 persen yang memilih Jokowi-Ma’ruf, 39,6 persennya ke Prabowo-Sandi dan 1,3 persen tidak menjawab. Sementara itu basis pemilih Golkar 62,1 persen mendukung petahana, 31,2 persen ke oposisi dan 6,7 persen tidak menjawab.

“Pada kelompok partai koalisi Jokowi-Ma’ruf, basis pemilih PPP dan Hanura paling banyak terbelah kepada oposisi,” kata Rizka.

Sedangkan seperti PKB 66,6 persen basis pemilihnya solid kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf, 27,0 persen ke Prabowo-Sandi dan 6,4 persen tidak menjawab. Nasdem 69,6 persen pemilihnya solid kepada petahana, 27,8 persen membelot ke Prabowo-Sandi, 2,6 persen tidak menjawab. Perindo 69,9 persen pemilihnya setia kepada 01, 27,9 persen ke 02, dan 2,2 persen tidak memilih.

Dari data tersebut dapat disimpulkan jika 75,9 persen basis pemilih Jokowi-Ma’ruf dari 9 partai koalisinya dinyatakan royal kepada pasangan 01. Sedangkan yang masih split atau bisa berubah mencapai 24,1 persen.

Untuk diketahui, survei Indikator Politik ini dilakukan dalam rentang waktu 16-26 Desember 2018 melalui wawancara langsung. Dengan menerapkan sistem multistage random sampling pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.220 dengan margin of error 2,9 persen.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *