Demokrat Tak Konsisten Dukung Usungannya, Ini Penjelasan AHY

Rabu, 23 Januari 2019 - 08:29 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Partai Demokrat menjadi salah satu partai yang tidak membebankan kepada kadernya untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 mendatang.

Tentunya dalam konteks demokrasi khusunya Pilpres, partai Demokrat menjadi partai yang tidak sepenuhnya mendukung pasangan yang diusungnya.

Hal itu dibenarkan oleh Agus Harimurti Yudhoyono. Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa partai Demokrat mempunyai dua strategi.

Dalam setiap kampanye ke daerah di Indonesia, kata AHY, partai Demokrat selalu mengedepankan prinsip mensukseskan pemilihan legislatif

“Karena kami punya target yang harus di capai. Tapi tentunya kami juga ingin menyukseskan pilpres,”ujarnya saat acara Meet the Press di Hotel Novotel Jalan Jenderal Sudirman Makassar, Selasa (22/1/19).

Lebih lanjut, AHY menjelaskan bahwa situasi dalam pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan pemilu sebelumnya. Hal ini karena dilaksanakan secara serentak.

“Oleh karena itu konsekuensi dari sistem baru ini hanya ada dua partai yang sangat diuntungkan pada pilpres, yaitu PDIP partai pendukunya pak Jokowi, dan Gerindra yang punya pak Prabowo selaku capres,”terangnya.

Imbasnya, para partai pengusung lain antara kedua pasangan mengalami tantangan berat. Itu diakibatkan, ketika pemilih datang ke TPS dan membuka surat suara, maka mereka melihat sosok calon beserta partai pengusungnya.

“Bagi partai Demokrat tentu kita tidak ingin kemudian suara kami tergerus, bahkan kita harus melampaui 4 persen jika ingin eksis di parlemen,”bebernya.

Konsekuensi dari sistem tersebut menyebabkan partai Demokrat harus bekerja keras, dengan tidak mengharapkan akan dampak pada pilpres nanti.

“Karena kita ingin bangkit lagi dari hasil pemilu legislatif seperti pada tahun 2014 yah lalu. Itulah mengapa di sana sini seolah-olah ada pertanyaan, kenapa partai Demokrat tidak sepenuhnya mendukung usungannya di pilpres,”jelasnya.

Dikatakan AHY, dampak dari sistem pemilu serentak ini tidak hanya dirasakan pada partai Demokrat, partai lain pun merasakan hal yang sama. Setiap partai tentunya harus melihat daerah yang memiliki prevensi yang lebih besar terhadap capres tertentu.

“Tapi belum tentu mereka tidak suka dengan partai Demokrat. Nah ini harus tepat betul strateginya. Tapi sampai hari ini kami mengkalim sikap dari partai Demokrat sebagai pengusung pasangan nomor urut 2 itu akan tetap memenangkan pasangan itu. Ini adalah komitmen,”tandasnya. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.