Diupah Rp10 Juta, Dua Pengedar Sabu 5 Kg Huni Hotel Prodeo

Rabu, 23 Januari 2019 - 14:33 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel, kembali berhasil memutuskan jaringan peredaran narkoba dengan barang bukti hampir mencapai 5 kilogram (kg). Dua tersangka pun dibekuk dan satu diantaranya dihadiahi timah panas saat berusaha kabur.

Adalah Muslimin alias Messi bin Kardi beserta rekannya Wisnu alias Saldi, diamankan anggota Resmob Polda Sulsel yang melakukan back up terhadap personil Badan Narkotik Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel di Desa Kampung Baru, Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkep, Selasa (22/1/19) dini hari.

Awalnya, Messi yang merupakan buruh harian yang berperan sebagai penjemput dan pengendali lapangan ini harus mendapatkan timah panas, lantaran hendak melarikan diri saat penyergapan.

Setelah berhasil diamankan, petugas lalu melakukan interogasi terhadap Messi. Hasilnya, personil kemudian melakukan pengembangan di Pampang 5 Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang Kota Makassar.

“Personil berhasil mengamankan pelaku Wisnu alias Saldi dengan barang bukti sabu seberat 5 kg. Dimana Wisnu berperan sebagai penyimpan sabu,” ujar Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Idris Kadir, saat melakukan konferensi pers di Gedung BNNP Sulsel.

Setelah mengamankan Wisnu, personil kembali melakukan pengembangan ke perumahan Elycium di Metro Tanjung Bunga yang merupakan rekan dari kedua tersangka tersebut, akan tetapi pelaku sudah tidak berada di rumah bersama istri dan anaknya.

Menurut Direktur Narkoba Polda Sulsel, Kombes Pol Hermawan, pihaknya mengaplaus kinerja BNNP Sulsel yang berhasil memutus jaringan narkoba ini. Meskipun sangat sulit menangkal peredaran narkoba yang merupakan jaringan internasional, namun pihak BNNP Sulsel, membuktikan diri dengan memutus mata rantai peredaran. Apalagi barang bukti yang berhasil diamankan cukup banyak.

“Yang membuat kami kesulitan, karena jaringan ini selalu terputus. Apalagi mereka selalu merekrut orang baru,” jelasnya.

Saat diinterogasi, Wisnu mengaku hanya diupah Rp10 juta. Upah itu tidak sebanding dengan nilai barang bukti yang mencapai milyaran rupiah dan resiko hukum yang harus dijalani kedua tersangka.

Idris Kadir mengimbau kepada masyarakat, agar lebih berhati-hati dengan bujukan orang asing untuk mengedarkan barang haram tersebut.

“Mereka biasanya memanfaatkan alasan faktor ekonomi seseorang dengan iming-iming uang dengan nilai tertentu. Masyarakat yang mudah terpengaruh pun akan menyanggupi karena nilai yang dikira fantastis itu. Padahal itu tidak sebanding dengan resiko hukum yang akan dijalani saat tertangkap,” urai Idris.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan, sabu dengan berat total 4.825 gram, satu bungkus sabu dengan berat 409 gram, satu bungkus sabu dengan berat 490 gram, satu bungkus sabu seberat 493 gram, satu bungkus sabu seberat 489 gram, satu bungkus sabu seberat 483 gram, satu bungkus sabu seberat 493 gram, satu bungkus berisikan tujuh saset plastik seberat 361 gram, satu bungkus berisikan tujuh saset seberat 528 gram, satu bungkus berisikan tujuh saset seberat 554 gram, satu bungkus berisikan tujuh saset sabu seberat 523 gram, dan dua buah handphone. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.