Kartunis Jitet Kustana Dapat Penghargaan dari Leprid

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:42 WIB

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) memberikan penghargaan kepada Kartunis senior Semarang, Jitet Kustana. Penghargaan diberikan sebagai kartunis dengan penghargaan kartun internasional terbanyak.

Penghargaan berupa medali dan piagam secara simbolis diberikan Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka, Selasa (22/1) di rumah Jitet Kustana, Jalan Candi Penataran Utara No 12 Kalipancur, Semarang.

“Kami sudah rapat melakukan survei dan bertanya kepada teman-teman media dan paling banyak mendapat penghargaan adalah Pak Jitet,” kata Paulus Pangka.

Piagam yang diberikan kepada kartunis asal Semarang itu menyebutkan, Jitet Kustana telah meraih penghargan sebanyak 182 penghargaan kartun tingkat internasional.

Paulus mengatakan Leprid sangat mengapresiasi prestasi anak bangsa yang menginspirasi dan membanggakan Indonesia di tingkat dunia dan berharap Jitet Kustana dapat menjadi inspirasi serta motivasi bagi generasi muda selanjutnya.

Yang istimewa dari Jitet Kustana adalah kecintaannya terhadap dunia kartun. Jitet Kustana suka menggambar sejak duduk di bangku sekolah dasar dari kelas dua.

Jitet Kustana kemudian mengembangkan hobinya itu secara autodidak dan sampai akhirnya mendirikan Gold Pencil Indonesia untuk pengembangan dan kajian kartun di Semarang. “Leprid memberikan penghargaan kepada Jitet Kustana pada urutan rekor yang ke-440,” katanya.

Jitet Kustana berharap penghargaan yang diterima kali ini mampu menginspirasi anak-anak muda untuk kreatif dan tertarik pada seni kartun.

Menurutnya, menggambar itu biasa karena semua orang bisa. “Tapi kartun tidak semua. Karena ada gagasan di dalamnya,” katanya.

Jitet Kustana mengatakan, untuk memperkaya gagasan dalam kartun bisa dilakukan dengan membaca dan mendengar kondisi di sekitar untuk memancing ide.

Trik itu dia peroleh selama berproses sebagai kartunis dan membagikan pengalaman kreatifnya itu di kelas kartun yang dikelola yang di beri nama Gold Pencil.

“Kartunis Indonesia tidak kalah dengan orang-orang luar negeri. Sebab menurutnya Indonesia memiliki banyak budaya dan kearifan yang bisa dieksplore menjadi gagasan kartun. Ia mencontohkan peribahasa dalam bahasa Jawa jika diterapkan dalam kartun akan menjadi karya-karya yang hebat,” katanya.

“Jawa itu jawani, itu kehebatan orang Jawa ketika diterapkan ke ide kartun dahsyat,” imbuh pria kelahiran Semarang tahun 1967 itu. (sen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.