Korban Bencana Sulsel Bertambah, 9 Meninggal dan 7 Masih Hilang

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR - Korban bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar daerah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Terdapat 10 daerah yang menjadi lokasi terdampak parah. (Selengkapnya lihat grafis di bawah)

Merujuk data resmi yang dikeluarkan Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel, Rabu (23/1), hingga pukul 18.15 WITA total korban meninggal dunia mencapai 9 jiwa. Sedangkan 7 orang masih dinyatakan hilang.

"Kabupaten Gowa 7 orang meninggal dunia. Kabupaten Jeneponto 2 orang meninggal dunia," jelas Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Devo Khadaffi, Rabu (23/1).

Sedangkan untuk korban yang hilang, tercatat 3 orang di Gowa. Diduga korban hilang karena tertimbun longsoran tanah di Kecamatan Sapaya dan Kecamatan Tinggi Moncong. 3 orang hilang lainnya hilang di Kabupaten Jeneponto, dan 1 orang hilang di Kabupaten Pangkep.

Dampak hujan deras disertai angin kencang yang mengakibatkan banjir bandang dalam tiga hari terakhir, membuat sejumlah infrastruktur ikut rusak. Mulai dari rumah, jembatan, pasar, tempat ibadah, hingga sekolah.

Selain korban meninggal dan hilang, 5.825 korban menghuni tenda-tenda pengungsian di daerah setempat. "Pemerintah daerah bersama tim BPBD, Kepolisian dan TNI sementara terus menangani korban," imbuhnya.

Pemprov Sulsel memastikan, selain evakuasi seluruh korban, bantuan logistik ke tenda-tenda pengungsian di 10 daerah akan terus disalurkan.

Berikut data korban dan kerusakan akibat banjir bandang 10 daerah di Sulawesi Selatan:

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Sonny Wakhyono


Comment

Loading...