Menhan Pastikan Baasyir Gagal Dibebaskan, Jika Tidak…

Rabu, 23 Januari 2019 - 15:10 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Narapidana terorisme (Napiter) Ustadz Abu Bakar Baasyir belum juga menyepakati syarat yang diajukan oleh Pemerintah untuk menandatangani surat tunduk dan setia pada Pancasila.

Syarat tersebut secara tegas ditolak oleh Baasyir selama ini, karena buat Baasyir hal itu sudah melenceng dari agama. Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu memastikan, jika Baasyir tidak tandatangani janji setianya pada Pancasila, maka dirinya tidak bisa dibebaskan.

“Bisa-bisa saja, kita janjian kok. Orang yang narkoba segala macam, melanggar hukum ada yang sampai seumur hidup gak ada masalah,” kata Menhan kepada wartawan di Gedung DPR-RI, Rabu (21/1).

Dikatakan Menhan, berdasarkan aturan memang harus tandatangan janji kesetiaan kepada ideology Negara, yakni Pancasila. Pasalnya, Pancasila sudah menjadi pegangan hidup masyarakat Indonesia meski Pancasila sendiri bukanlah agama, tetapi lebih pada pemersatu masyarakat.

“Seharusnya begitu. Saya kan sudah bilang, kita ini udah setuju Pancasila adalah pegangan hidup kita, apalagi tentara tuh menjunjung tinggi pembela ideologi negara, gaboleh begitu, karena pancasila bukan agama, tapi alat pemerzatu. Kalau kita mau meruntuhkan negara, runtuhkan dulu ideologi nya, nah ini kan mau meruntuhkan negara, gak boleh dong,” jelasnya.

Menhan juga mengakui, sejauh ini Baasyir belum mau menandatangani perjanjian setia pada Pancasila. “Katanya begitu. Tapi kan belum ketemu. Mungkin saya kalau ada kesempatan ketemu ya,” tutupnya. (RGR/Fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.