Wabup Trenggalek Buka Suara Setelah Sempat Menghilang ke Luar Negeri

Rabu, 23 Januari 2019 - 17:59 WIB

FAJAR.CO.ID, TRENGGALEK – Rentetan pertanyaan itu dijawabnya dengan candaan. “Biasane gak tau nggoleki ae kok (biasanya tidak pernah mencari saja kok, Red). Kangen ngopi a, Rek?” kata Mochammad Nur Arifin.

Kemarin (22/1), setelah menjadi sorotan luas karena menghilang sepuluh hari tanpa izin, wakil bupati Trenggalek itu menampakkan diri. Dia menghadiri sebuah kegiatan keagamaan di Stadion Menak Sopal, Trenggalek. Mengenakan baju hijau khas GP Ansor, bapak tiga putra tersebut tidak lepas dari senyum.

Seperti dilansir Jawa Pos Radar Tulungagung, saat ditanya apakah selama sepuluh hari terakhir ini di luar negeri, Ipin -sapaan Mochammad Nur Arifin- tidak menampik. Meskipun tidak secara langsung. Dia meminta agar mengecek statusnya di salah satu akun media sosial miliknya.

Di Instagram pribadinya, terdapat unggahan sebuah video singkat. Ipin terlihat menyampaikan paparan dalam bahasa Inggris. Terdapat narasi singkat di bawah video itu.

Kalimatnya antara lain ucapan terima kasih kepada para cendekiawan Indonesia yang beruntung menjadi sebagian kecil masyarakat Indonesia yang bisa “study overseas”. Salah satunya seorang perempuan asal Trenggalek yang membuka matanya akan optimisme Trenggalek ke depan.

Ipin juga menuliskan, itu sebagian dari perjalanannya selama 11-19 Januari di Eropa. Bukan perjalanan kedinasan, melainkan inisiatif pribadi dan menggunakan biaya dari kantong sendiri.

Arifin juga menuliskan permohonan maaf atas semua berita yang meresahkan masyarakat “Bahkan, ada yang khawatir dikira saya diculik, haha. Iya, diculik istri saya,” tulisnya dalam akun pribadinya tersebut.

Ditanya ada di negara mana dan ada izin tidaknya, Ipin tidak menjawab. Begitu juga dalam rangkaian kegiatan apa, pihaknya tidak menjelaskan dengan detail. “Gak dalam rangka apa-apa, ketemu temen-temen,” ucapnya.

Sementara itu, disinggung mengenai sanksi yang mungkin dikenakan kepadanya atas dugaan indisipliner, Ipin tampak tidak berkeberatan. “Gubernur kan pasti bijaksana to menyikapi. Kita ikut saja,” katanya.

Ipin kembali mengelak ketika didesak apakah tindakan bolosnya itu adalah efek politik perihal pengisian kekosongan jabatan pasca pelantikan Bupati Emil Dardak menjadi wakil gubernur nanti. “Tanya Pak Bupati saja,” elaknya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.