Banjir dan Tanah Longsor di Gowa, Korban Meninggal 11 Orang, 17 Hilang

Kamis, 24 Januari 2019 - 09:25 WIB

FAJAR.CO.ID, GOWA – Banjir bandang dan tanah longsor mengepung Kabupaten Gowa sejak Selasa 22 Januari 2019 kemarin. Setidaknya sebanyak 9 kecamatan yang terdampak.

Data dari Humas Pemkab Gowa, korban yang meninggal dunia sudah 11 orang dalam dua hari terkahir proses evakuasi. Dimana 6 orang ditemukan tewas pada Selasa 22 Januari, dan 5 orang ditemukan tewas pada Rabu 23 Januari 2019. Sementara 17 orang masih dalam pencarian tim gabungan.

“Hari pertama musibah, 6 orang karena banjir. Hari ini, Rabu (23/1/19) 5 orang ditemukan karena longsor. Jadi ada 11 orang yang meninggal dunia dan 17 masih hilang,”ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL di Gowa, Rabu (23/1/19).

Titik pengungsian juga bertambah menjadi 17 titik. Diantaranya 15 titik pada dataran rendah, dan dua titik pada dataran tinggi, dengan jumlah total 3.534 orang.

Korban meninggal dunia yang berhasil didata oleh tim Penanggulangan bencana, diantaranya Daeng Saddang (65), Lina (30), Ulfa (3), Sri Wahyuni (11), Ace (21). Semuanya warga Kecamatan Manuju yang menjadi korban tanah longsor.

Sementara korban sebelumnya, Syarifuddin Karaeng Tola, Daeng Baji, Aqram Ali Yusran (3), Rizal Lisantrio (48), Tuti, dan Daeng Lebang (50). Semua korban berasal dari tiga kecamatan yang menjadi korban longsor dan banjir.

Kemudian data warga yang masih dalam pencarian, Mansyur, Lallo, Rahmatiah, Daeng Lobo, Yana, Nurjannah, Sukma, Nurhipayah, Sikran, Daeng Bina, Rahul, Rapi, Basma, Bulan, Isra, Daeng Suji.

Selain itu, status terkini Bendungan Bili-Bili berdasarkan informasi Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, dari status pemantauan ke status normal.

“Menginformasikan untuk status pukul  01.40 elevasi Wita TMA waduk Bili-Bili  +99.69 volume waduk sekitar 262.35 jt m3 dan inflow sekitar 639.75 m3/dtk serta outflow sekitar 645.000 m3 /dtk  (STATUS  DITURUNKAN MENJADI PEMANTAUN) mudah-mudahan terus menuju ke elevasi normal,”kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Teuku Iskandar, Kamis (24/1/19).

Hingga pada pukul  04.30 Wita, elevasi  TMA waduk bili2  +99.47 volume waduk sekitar 258.90jt m3 dan inflow sekitar 646.47 m3/dtk, serta outflow sekitar 395.00m3 /dtk  (STATUS  DITURUNKAN MENJADI DIBAWAH NORMAL ) Tinggi Bukaan Pintu di kurangi menjadi 3.5 m. (sul/fajar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *