Banjir dan Tanah Longsor di Gowa, Korban Meninggal 11 Orang, 17 Hilang


FAJAR.CO.ID, GOWA – Banjir bandang dan tanah longsor mengepung Kabupaten Gowa sejak Selasa 22 Januari 2019 kemarin. Setidaknya sebanyak 9 kecamatan yang terdampak.Data dari Humas Pemkab Gowa, korban yang meninggal dunia sudah 11 orang dalam dua hari terkahir proses evakuasi. Dimana 6 orang ditemukan tewas pada Selasa 22 Januari, dan 5 orang ditemukan tewas pada Rabu 23 Januari 2019. Sementara 17 orang masih dalam pencarian tim gabungan.”Hari pertama musibah, 6 orang karena banjir. Hari ini, Rabu (23/1/19) 5 orang ditemukan karena longsor. Jadi ada 11 orang yang meninggal dunia dan 17 masih hilang,”ujar Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL di Gowa, Rabu (23/1/19).Titik pengungsian juga bertambah menjadi 17 titik. Diantaranya 15 titik pada dataran rendah, dan dua titik pada dataran tinggi, dengan jumlah total 3.534 orang.Korban meninggal dunia yang berhasil didata oleh tim Penanggulangan bencana, diantaranya Daeng Saddang (65), Lina (30), Ulfa (3), Sri Wahyuni (11), Ace (21). Semuanya warga Kecamatan Manuju yang menjadi korban tanah longsor.Sementara korban sebelumnya, Syarifuddin Karaeng Tola, Daeng Baji, Aqram Ali Yusran (3), Rizal Lisantrio (48), Tuti, dan Daeng Lebang (50). Semua korban berasal dari tiga kecamatan yang menjadi korban longsor dan banjir.Kemudian data warga yang masih dalam pencarian, Mansyur, Lallo, Rahmatiah, Daeng Lobo, Yana, Nurjannah, Sukma, Nurhipayah, Sikran, Daeng Bina, Rahul, Rapi, Basma, Bulan, Isra, Daeng Suji.

Komentar

Loading...