Kecelakaan Tol Cipularang, Pimpinan DPRD Banjar Meninggal Dunia

Kamis, 24 Januari 2019 - 08:50 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Anwar Hartono (54) dan Ajudan Dedi Wahyudi (45) meninggal dunia, Rabu (23/1). Keduanya meregang nyawa usai mengalamai kecelakaan di ruas Tol Cipularang KM 94.800, Purwakarta, Jawa Barat.

Kasatlantas Polres Purwakarta, AKP Ricky Adipratama membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan tersebut.

“Dua orang yang merupakan penumpang mobil Toyota Innova menjadi korban meninggal dunia, pengemudi mobil mengalami luka berat,” kata Ricky saat dikonfirmasi melalui pesan singkat sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Kamis (24/1).

Kejadian berawal saat pengemudi kendaraan bernopol Z 7 X, Galuh Jaya Santana (22) tengah melaju dari arah Bandung menuju Jakarta. Ricky menjelaskan, sewaktu berada di lokasi kejadian yang menurun dan menikung, kendaraan milik anggota dewan itu menabrak truk puso bernopol Z 9102 HB.

Truk yang sedang dikendarai oleh Nanang (43), saat itu sedang melaju lamban di lajur satu tol Cipularang. “Pengendara Innova diduga mengantuk, lalu menabrak bagian belakang sebelah kanan truk Mitsubishi,” ujarnya.

Kondisi mobil korban mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan dan telah dievakuasi ke pos derek Jatiluhur, Purwakarta. Para korban pun langsung dibawa ke RS MH Thamrin, Bungursari, Purwakarta guna tindakan medis lebih lanjut dan melakukan identifikasi.

Jenazah Telah Dibawa Oleh Keluarga

Keluarga almarhum yang datang dari Jakarta tiba di rumah sakit sekitar pukul 10.00 WIB. Istri Anwar, Tuti seketika histeris melihat kondisi tubuh korban yang telah terbujur kaku di ruang jenazah.

Di mata keluarganya, Anwar dikenal sebagai wakil rakyat yang baik. “Bapak orangnya baik, sayang banget sama keluarga,” ujar Tuti saat ditemui di rumah sakit, Jalan Raya Bungursari, Purwakarta sebelum membawa jenazah suaminya ke Banjar.

Tuti tidak menyangka kejadian tersebut menimpa suaminya yang sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Sebab saat kejadian, dirinya bersama anaknya yang juga datang ke rumah sakit sedang berada di Jakarta.

“Saya lagi di Jakarta, bapak di Banjar. Saat itu tidak ngasih kabar, biasanya kalau mau berangkat selalu ngabarin,” ucapnya.

Menurut informasi yang didapat Tuti, Anwar bersama ajudan dan supirnya Jaya Santana (22) berangkat dari Banjar ke Jakarta pada pukul 01.00 dini hari.

Tuti mengaku terakhir kali berkomunikasi melalui ponsel dengan suaminya itu pada Selasa (22/1) pukul 21.00 WIB. “Semalam dia nanyain agenda di Jakarta jam berapa. Karena ada agenda pekerjaan pagi, katanya pergi ke Jakarta dini hari. Rencananya ada pekerjaan dinas ke Jakarta,” kata dia.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *